Ini Penyebab Banjir di Kecamatan Ranah Pasisia Pasaman Barat

Ini Penyebab Banjir di Kecamatan Ranah Pasisia Pasaman Barat Menggunakan perahu karet, BPBD mengevakuasi warga terdampak banjir di Jorong Rantau Panjang, Nagari Sasak, Kecamatan Ranah Pasisia, Pasaman Barat, Jumat (09/11/2018) (Foto: Heri Sumarno/Covesia)

Covesia.com - Bencana banjir di Kejorongan Rantau Panjang, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat-Sumbar, merupakan akibat dari luapan Sungai Batang Pasaman yang ada di pinggir daerah kampung tersebut yang diguyur hujan sejak Kamis (09/11) kemaren sore.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Basan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Tri Wahluyo kepada Covesia.com, Jumat (09/11/2018).

"Banjir ini terjadi setelah meluapnya aliran Sungai Batang Pasaman dan merendam pemukiman penduduk setinggi 70-150 Centimeter. Karena Kecamatan Sasak Ranah Pasisia merupakan tumpuan muara dari tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) yakni Sungai Batang Pasaman, Batang Kapa dan Batang Alin. Sehingga seluruh debit air dari hulu tiga sungai itu bertumpu di sini," kata Tri Wahluyo.

Menurut Tri Wahluyo, genangan banjir sudah memutus akses tranportasi darat daerah setempat. Karena ketinggian genangan air telah mencapai ketinggian 2 meter dan belum surut.

"Hingga kini banjir belum juga surut. Karena juga masih diguyur hujan. Kemudian banjir juga sudah merendam tiga kejorongan lainnya yang ada di Nagari Sasak yaitu Jorong Pondok, Pasa Lamo dan Padang Halaban. Semua kejorongan tersebut berada di wilayah Kecamatan Sasak Ranah Pasisia," katanya.

Sementara saat ini pihaknya kata Tri Wahluyo sudah melakukan evakuasi bagi 150 KK atau sekitat 250 jiwa korban banjir yang ada di Kejorongan Rantau Panjang ke tempat yang lebih aman dengan menggunakan perahu karet guna menghindari korban jiwa.

(Heri)

Berita Terkait

Baca Juga