Kasus Orang Tua Ikat Anak di Padang, LKAAM Salahkan Pemerintah

Kasus Orang Tua Ikat Anak di Padang LKAAM  Salahkan Pemerintah Ketua LKAAM Sumbar H.M. Sayuti Dt. Rajo Panghulu (Foto: pariamankota.go.id)

Covesia.com - Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, M. Sayuti Dt Rajo Panghulu mengatakan kasus orang tua yang mengikat anaknya di pohon beringin di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Imam Bonjol, Padang Sumatera Barat adalah bentuk kegagalan pemerintah dalam membina warganya.

Menurut Sayuti, terjadinya kasus tersebut karena permasalahan ekonomi. Di  Minangkabau selain ibu dan bapak, peran ninik mamak juga turut andil dalam pengawasan anak. Namun sekarang itu hak seorang mamak di Minangkabau telah dirampas penguasa, sehingga tidak dapat berbuat banyak pada anak kemenakan mereka.

"Di Minangkabau ada tiga unsur yang berperan dalam pengawasan anak, yakni Induak (ibu), bapak, dan mamak (paman). Realita sekarang, mamak tidak dapat berbuat banyak karena hak seorang mamak diserahkan ke penguasa (Pemerintah dan Pengusaha) dalam hal harta pusaka untuk pembangunan," ujar Sayuti kepada Covesia.com di Padang, Jumat (09/11/2018).

Dia menambahkan, dibutuhkan peran besar pemerintah dalam mengembalikan hak masyarakat Sumbar.

"Dalam kasus ini sifatnya menyeluruh. Pemerintah harus mengembalikan hak masyarakat Minang, seperti diadakan pembicaraan dalam hal "Adat Basandi Sarak dan Sarak Basandi Kitabullah dalam APBD," terang Sayuti.

Sebelumnya diketahui Bujang (bukan nama sebenarnya) (15) sudah 7 tahun diikat orang tuanya di salah satu pohon beringin di Taman Imam Bonjol.

"Ia diikat oleh ibunya yang sehari-hari bekerja sebagai penjual asongan di Pasar Raya, biasanya sang ibu anak itu datang membawa nasi, kemudian sorenya baru dibawa pulang," ujar salah seorang pedagang di kawasan RTH Imam Bonjol Padang yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, anak tersebut sudah 7 tahun berada di bawah pohon beringin tersebut. Dulu kondisi anak itu cukup bersih, cuma mungkin setelah beranjak dewasa dan tenaganya sudah kuat orang tuanya jarang sekali membersihkannya. 

(dnq)

Baca juga: Diduga Sering Mengamuk, Bocah Malang ini Diikat di Bawah Pohon Beringin

Berita Terkait

Baca Juga