Rencana Lakukan Pengawasan LGBT, Satpol PP Padang Dapati Pasangan Ilegal di Siang Bolong

Rencana Lakukan Pengawasan LGBT Satpol PP Padang Dapati Pasangan Ilegal di Siang Bolong Sejumlah pasangan mesum saat diamankan di markas Satol PP Padang, Senin (5/11/2018)(Foto: Humas)

Covesia.com - Maraknya isu perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kota Padang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo l PP) terus melakukan penertiban terhadap sejumlah Kos-kosan yang ada di daerah itu.

Kepala Satuan Pol PP Padang, Yadrison mengatakan, rencana pihaknya hendak mengawasi lokasi Kos-kosan, ternyata yang dapat malah sejumlah pasangan mesum atau ilegal di kawasan Jalan Pondok, kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Senin (5/11/2018) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Saat petugas menanyakan identitas dan surat nikah yang bersangkutan, mereka tidak bisa menunjukkan surat-surat resmi mereka berupa buku nikah dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada petugas. 

“Dalam rangka pengawasan terhadap pekat yang kita gelar hari ini, kita tidak menemukan adanya pasangan sejenis berada dalam kos-kosan, namun kita mengamankan tiga wanita dengan inisial YM (21) asal mentawai bersama dengan pasangannya FR (25) asal Pariaman, FN (21) asal Seberang Padang dengan pasangannya ND (22) asal Sijunjung,  dan RS (23) asal Purus dengan pasanganya BN (25) asal Lubuk Alung. Ketiga pasangan yang bukan pasutri tersebut untuk sementara kita amankan dulu ke Mako Satpol PP” ujar Kasat Pol PP Kota Padang, Yadrison.

Selain itu kata Yadrison, pihaknya juga mengamankan dua orang wanita dengan inisial CC (27) dan SF (23) bersama satu orang laki-laki dengan ini sial  RF (19)  di jalan Jati Adabiah Kecamatan Padang Timur. 

"Demi menjaga keamanan mereka diamankan petugas ke Mako Satpol PP. Seluruhnya akan kita data dahulu dan kita minta keterangan yang bersangkutan, jika diantaranya ada yang ditemukan bekerja sebagai Pekerja Sek Komersial (PSK) segera kita kirim ke Andam dewi Solok, namun jika tidak ada yang bekerja sebagai PSK kita akan lakukan pembinaana saja di Mako Satpol PP, berupa membuat surat perjanjian tidak mengulangi perbuatan mereka yang ditandatangai materai serta memangil kedua belah pihak keluarga ke Mako Satpol PP," jelas Yadrison.

Ia menambahkan, isu LGBT yang sudah meresahkan tersebut membuat Pemerintah Kota Padang (Pemko) melalui Satpol PP terus berupaya untuk meminimalisir perilaku yang berdampak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat, menyikapi isu demikian Satpol PP terus melakukan pengawasan di beberapa tempat lokasi yang diduga sering ditempati oleh pelaku penyimpangan tersebut.

"Kita tidak akan kasih celah terkait perilaku yang menyimpang di Kota Padang ini yang sudah meresahkan masyarakat dan terus akan kita awasi dan ditertibkan," pungkas Yadrison. 

(don)








Berita Terkait

Baca Juga