Jembatan Penghubung di Padang Pariaman Rusak Parah

Jembatan Penghubung di Padang Pariaman Rusak Parah Foto: Rozi Yardinal/Covesia.com

Covesia.com - Jembatan Kampung Tangah, Korong Kalampaian Pasir, Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman rusak parah.

Kondisi lantai jembatan dari kulit kayu kelapa terbentang melebar diatas rangka jembatan tanpa diikat atau dipaku sebagaimana mestinya.

Selain itu, kondisi bentangan jembatan sepanjang 20 meter sebagian tampak miring, diduga pengaruh pondasi tiang beton jembatan yang sudah tergerus air.

"Kondisi tiang pondasi jembatan bagian tengah sudah miring akibat gerusan aliran air Batang Kalampaian bila tidak tertangani secara cepat oleh pihak berwenang, jembatan itu bisa  patah dan terban ke dalam sungai," kata Wandi warga setempat kepada covesia.com, Senin (5/11/2018).

Jembatan rusak itu menghubungkan Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir dan Batu Gadang Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Limau yang ramai digunakan masyarakat sebagai sarana perhubungan.

Masyarakat yang berjalan diatas jembatan itu merasa cemas dan takut karena kondisi jembatan yang memprihatinkan. Ia berharap jembatan sebagai urat nadi perekonomian masyarakat lebih cepat diperbaiki oleh pemerintah.

Sementara itu, Wali Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Amizuir, membenarkan kerusakan jembatan Kampuang Tangah tersebut sudah bertahun.

Jembatan dibangun PNPM tahun 2008, sampai sekarang masih digunakan masyarakat, termasuk sebagai sarana perhubungan pengangkut hasil pertanian oleh masyarakat.

"Tiap tahun sudah diajukan ke Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui musrenbang, tapi hasilnya tetap nihil sampai sekarang," jelasnya.

Menurutnya, jembatan itu sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk kelancaran pengangkutan hasil pertanian seperti kelapa, padi dan lainnya.

"Jembatan Kampuang Tangah tidak bisa dilewati mobil, karena kondisi kerusakan parah, kalaupun dilewati roda dua harus ekstra hati-hati agar tidak celaka," ujar dia.

Selanjutnya, berkaitan dengan harapan perbaikan itu, sejak dua bulan lalu sudah diajukan proposalnya ke Dinas PU Kabupaten Padang Pariaman, namun sampai sekarang masih menunggu kabarnya, jelasnya.

Reporter: Rozi Yardinal

Berita Terkait

Baca Juga