Bawaslu: Enam Ribu Lebih Pemilih di Pasaman Belum Masuk DPT

Bawaslu Enam Ribu Lebih Pemilih di Pasaman Belum Masuk DPT Kegiatan Sosialiasi pengawasan pemilihan umum tahun 2019 di aula Flom Mitra Luhur Lubuk Sikaping, Sabtu (3/11/2018)(Foto: Heri Sumarno)

Covesia.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman, Sumbar mengatakan ribuan pemilih di daerah tersebut belum masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita pada kegiatan Sosialiasi pengawasan pemilihan umum tahun 2019 di aula Flom Mitra Luhur Lubuk Sikaping, Sabtu (3/11/2018).

"Dari catatan yang kami terima dari KPU Pasaman, terakhir kita melihat masih ada sekitar enam ribu lebih pemilih di Pasaman belum masuk DPT. Persoalan ini rata-rata disebabkan oleh pemilih yang belum rekam KTP. Sehingga tidak bisa di masukan kedalam DPT," terang Rini Juita Koordinator Divisi Hukum, Penindakan dan Pelanggaran, Kristian, Kordiv Pengawasan, Hubungan Antar Lembaga dan Humas, Mesrawati serta Sekretaris Bawaslu Refky Mukhliza.

Menurut Rini Juita, Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) yang telah ditetapkan oleh KPU, pemilih di Kabupaten Pasaman berjumlah 184.055 orang pemilih. KPU pusat pun sudah mengumumkan masa perpanjangan untuk DPTHP tahap II.

"Karena masih banyaknya pemilih di Indonesia yang belum masuk DPT, makanya KPU RI sudah mengumumkan perpanjangan DPTHP tahap II. Oleh karena itu kami meminta kepada seluruh tokoh masyarakat, pemuda, bundo kanduang, dan media mengawal bersama proses pemutakhiran data pemilih bagi warga belum masuk ke DPT," kata Rini juita.

Rini pun mengajak peran aktif masyarakat untuk ikut serta melakukan pengawasan setiap tahapan Pemilu. Sebab, kata dia, berbagai bentuk pelanggaran sangat rentan terjadi pada pelaksanaan pemilu serentak nanti.

"Di Tahun 2018 ini dijuluki masa sibuk Politik. Karena memang kita dihadapkan pemilu di lima kotak yaitu pemilu DPD, DPR, DPRD Kab/kota dan Provinsi serta Pilpres. Nah, mengacu kepada pemilu sebelumnya ada sepuluh pelanggaran yang rentan terjadi yaitu diantaranya Money politik, kampanye hitam, manipulasi data pemilih. Kecil kemungkinan tidak akan terulang. Makanya sekali lagi, kami berharap dari Bawaslu Pasaman untuk bisa bersama-sama tetap mengawal proses pemilu ini," tukasnya.

(eri)


Berita Terkait

Baca Juga