Waria Ditangkap Satpol PP di Payakumbuh, ini Penuturan Orang Tuanya

Waria Ditangkap Satpol PP di Payakumbuh ini Penuturan Orang Tuanya Dua orang Waria yang diamankan Satpol PP di Kota Payakumbuh saat berkeliaran di malam hari yang meresahkan warga, Minggu (21/10/2018)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Penangkapan terhadap salah seorang waria, MD alias Mona kawasan Bunian, Kota Payakumbuh ternyata memiliki kisah yang cukup mengejutkan. Petugas Satpol PP bahkan tidak bisa berbuat banyak setelah ibu dari MD mengeluarkan penjelasan bagaimana MD dididik dan hidup dilingkungan keluarga.

Jarum jam dimarkas Satpol PP Payakumbuh menunjukkan pukul 03.40 WIB, Minggu (21/10/2018). Saat itu MD bersama rekan warianya, AA duduk dibangku panjang didepan ruangan Kasat Pol PP, Devitra. MD memakai baju dress mini berwarna pink. Sedangkan AA memakai baju blues berwarna hijau. Disana mereka tampak santai. Tawa dan candanya memecah hening malam dan tak terasa suasana tegang walau didepan mereka berdiiri petugas berbadan besar dan berwajah sangar. 

Lima menit kemudian, raut wajah kedua waria ini berubah total. Mulutnya hening dan melempar wajah. Malu jika terlihat wanita berusia senja yang baru saja  membuka pintu ruangan tempat mereka duduk.  Dialah R ibunda MD yang datang bersama ayahnya.

Petugas pun bergegas menjalankan prosedur yang berlaku. Antara MD dan orang tuanya dipisahkan. Orang tuanya disuruh masuk ke sebuah ruangan untuk diberi nasehat dan pencerahan soal aturan.

Alih-alih menceramahi, ternyata petugas dibikin terdiam oleh orang tua MD. Pengakuannya membuat seluruh petugas geleng-geleng kepala. Ternyata MD memang sudah dididik oleh orang tua dan keluarganya untuk menjadi wanita.

Pengakuan R, bahwa sewaktu dirinya hamil sudah mengharapkan anak perempuan. harapan itu sungguh nesar sampai pada usia kehamilan sudah masuk 9 bulan, segala pakaian dan pernak-pernik bayi memang disediakan untuk anak perempuan. Namun, kenyataannya, R melahirkan anak laki-laki.

Walaupun dikaruniai anak laki-laki, R tetap memperlakukan MD layaknya seorang anak perempuan. Pakaian yang dilekatkan kepada MD adalah pakaian perempuan. Bahkan saat usianya sudah beranjak 3 tahun, rambut MD dibiarkan panjang dan dikepang.

R dan keluarganya seperti menolak ketetapan tuhan. Sewaktu duduk dibangku sekolah, MD kerap dimarahi gurunya karena berpakaian seperti wanita. Pasalnya, R juga memberikan seragam sekolah untuk perempuan. Sedari SD, prilaku MD sudah menyimpang. Ia seperti pria berprilaku wanita.

Tak kuat dimarahi dan merasa terinvensi, akhirnya MD berhenti dan tidak melanjutkan sekolahnya lagi dan hidup sebagai seorang wanita. Sesuai dididikan orang tuanya sampai hari ini.

Dihadapan petugas R tidak menyalahkan MD yang terlahir laki-laki tapi berprilaku seperti perempuan. Malah R menyalahkan dirinya sendiri karena asuhan yang salah.

"Ini salah saya dan keluarga. Bukan salah dia. Jadi saya mohon untuk bebaskan anak saya," kata R kepada petugas sambil membelas dan menangis.

Petugas pun tak bisa berbuat apa-apa selain menyodorkan selembar kertas yang merupakan surat pernyataan dan memanggil MD untuk masuk ke ruangan. Tau ibunya menangis, MD pun tak kuasa menahan air mata. Buliran air bening pun jatuh dari matanya. 

"Maafkan saya pak. Saya tidak akan keluar malam lagi. Saya ingin insyaf dan berusaha seperti laki-laki normal," kata MD sambil membelas.

Anak dan orang tua ini pun menandatangani surat pernyataan untuk tidak akan mengulangi hal serupa yang diberikan petugas. Kemudian, tepat pukul 04.05 WIB, MD pun dibawa pulang oleh orang tua. Laki-laki manis berbadan kurus ini pun hilang dalam kabut malam yang mulai turun menyambut subuh untuk Kota Payakumbuh.

Kasat Pol PP Payakumbuh, Devitra menuturkan pihaknya mengamankan dua waria yang kerap mangkal di kawasan Bunian. Sering kali ulah waria ini membuat masyarakat tidak nyaman karena sering menggoda pengendara motor.

"Hampir setiap malam selalu saja ada waria yang mangkal di kawasan Bunian. Mereka sudah mengganggu masyarakat. Kadang menarik-narik pejalan kaki. Kadang menggoda pengendara motor dan membuatnya kaget. karena itulah kami mengamankan waria yangbsering mangkal disana," kata Devitra.

Kontributor Payakumbuh : Hajrafiv Satya Nugraha

Berita Terkait

Baca Juga