Mengenang Sosok Gustinar Siregar: Walaupun Diserang Kanker, Masih Tetap Turun ke Masyarakat

Mengenang Sosok Gustinar Siregar Walaupun Diserang Kanker Masih Tetap Turun ke Masyarakat Foto: Heri Sumarno

Covesia.com - Mendengar kabar telah wafatnya Gustinar Siregar, yang merupakan istri dari Bupati Pasaman Yusuf Lubis menjadi duka dalam bagi seluruh warga Kabupaten Pasaman, Sumbar. Gustinar Siregar meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Jakarta, Selasa malam sekitar pukul 23. 00 WIB, (16/10/2018).

Bagaimana tidak, sosok Almarhumah yang dikenal santun dan ramah di kalangan masyarakat itu kini telah tiada. Bahkan semasa hidupnya dalam kondisi diserang kangker usus pun, beliau masih tetap turun kampung masuk kampung ke masyarakat dalam menjalankan tugasnya sebagai Istri Bupati dan juga Tim Penggerak PKK Pasaman.

Berdasarkan data yang dihimpun Covesia.com, dari Asisten pribadi almarhumah, Ria Karlina (Alm) Gustinar Siregar lahir di Jambi, 19 Agustus 1955.

"Semasa hidupnya almarhumah menjalani pendidikan dasar di SD Fransiskus Bukittinggi, SMP di Bukittinggi, SMA Lubuk Sikaping hingga lulus kuliah dengan gelar sarjana hukum di Bukittinggi tahun 1978," terang Ria, Rabu (17/10/2018).

Usai tamat kuliah kata Ria, almarhumah mendedikasikan diri sebagai PNS di Badan Pemberdayaan Masyarakat Sumbar hingga tahun 2008 dan selanjutnya di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Pasaman hingga 2010.

"Dalam menjalani masa mudanya dulu, Tuhan mempertemukan almarhumah dengan Bupati Yusuf Lubis. Bahligai rumah tangga merekapun diarungi. Kini, dalam duka yang mendalam, almarhumah meninggalkan tiga orang anak, Dolly Nurdin Lubis, Fera Susanti dan Tondi Perwira Lubis yang sukses di bidang masing-masing,"tambahnya.

Menurut Ria, disaat kepemimpinan Bupati Yusuf Lubis, almarhumah dipercayai memimpin tim penggerak PKK Pasaman. Di tangan dinginnya ini, berbagai prestasi berhasil diraih. Mulai dari juara I lomba adminitrasi PKK Sumbar tahun 2017, juara I lomba cipta menu beragam bergizi seimbang dan aman tingkat Sumbar tahun 2017, juara I pelaksana terbaik posyandu tingkat Sumbar, juara I pelaksana terbaik kegiatan kesatuan gerak PKK-KB Sumbar hingga beberapa prestasi lainnya.

"Almarhumah semasa hidupnya kata Ria, telah banyak berbuat mengabdikan diri di bidang pemberdayaan perempuan, keluarga hingga masyarakat. Akan tetapi, kehendak Tuhan berkata lain, almarhumah menderita kangker usus sejak setahun terakhir,"tuturnya dengan air mata.

Segala pengobatan dijalani, mulai berobat di RSUD Lubuk Sikaping, RS Yarsi Bukittinggi, RS Siti Rahmah Padang hingga akhirnya almarhumah mengakhiri perjuangannya melawan penyakitnya dan menghembuskan nafas terakhir, Selasa (16/10) malam sekitar pukul 23.00 WIB, di RS Siloam Jakarta. 

"Kini banyak kenangan manis yang menjadi abadi di tengah masyarakat untuk dikenang. Pasaman berduka, harap kami mohon maaf jika ada kesalahan dan kakhilafan almarhumah semasa hidupnya. Aamiin,” tutup Ria.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga