Pasca Bencana Lintau Buo, Beredar Foto Lereng Gunung Sago yang Amburadul

Pasca Bencana Lintau Buo Beredar Foto Lereng Gunung Sago yang Amburadul Tampak aliran sungai diduga sebagai hilir dari Banjir Bandang yang menerjang jorong Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (11/10/2018)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Sejumlah foto yang memperlihatkan kondisi lereng gunung Sago mendadak viral di beberapa grup Whatsapp masyarakat Kota Payakumbuh dan kabupaten Limapuluh Kota. Foto ini memperlihatkan beberapa orang terlihat berada di aliran sungai yang diduga menjadi hilir dari Banjir Bandang yang menerjang jorong Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (11/10/2018). Tampak terjadi pelebaran aliran sungai akibat gerusan air dan terlihat amburadul. Bahkan ditepi sungai tidak ada lagi pepohonan beberapa meter dari bibir sungai.

Pertama kali foto ini di upload oleh Caleg PSI Kabupaten Limapuluh Kota, Yopi di grup Whatsapp Menuju Parlemen Luak 50, Selasa (16/10/2018) pagi. Dalam postingan tersebut, dirinya menjelaskan situasi kondisi lereng Gunung Sago pasca banjir bandang Lintau Buo Utara.

Saat dikonfirmasi, Yopi membenarkan foto tersebut asli dan diambil oleh beberapa pemuda asal kenagarian Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota pada Minggu (14/10/2018).

“Iya, itu di Gunung Sago dan diambil oleh adiak-adiak (kawan-red) saya di Mungo. Foto diambil dengan metode menuruni aliran sungai dari puncak gunun,” kata Yopi kepada Covesia.com.

Inisatif pendakian ini berawal setelah mendengar kabar adanya masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota yang turut menjadi korban pada banjir bandang Lintau Buo. Tergerak dari sana, beberapa pemuda memulai pendakian pada Sabtu (13/10/2018) pagi melalui jalur pendakian Sungai Kamuyang.

Malam harinya, enam orang pemuda berhasil mencapai puncak Gunung Sago dan beristirahat semalam. Kemudian pagi, pemuda ini mencari aliran sungai yang menjadi hilir dari banjir bandang disekitar cadas gunung. Setelah ditemukan, enam pemuda menuruni gunung melalui aliran sungai. Tampak dibeberapa titik, hutan dipinggir sungai sudah gundul.

“Di ketinggian 1500-2000 mdpl mengarah ke tanah datar (Lintau-red), banyak spot-spot hutan yang sudah gundul. Apakah itu akibat pembalakan liar, pemakaran lahan atau faktor alam kami tidak tahu. Yang jelas kondisi gunung saat ini sangat miris. Butuh kesadaran untuk menjaga alam agar bencana serupa tidak terulang,” jelasnya.


Sebelumnya Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dan Kapolda Sumbar menduga ada campur tangan manusia dalam bencana Banjir Bandang Lintau Buo. Pasalnya dilaporkan banyak material kayu gelondongan yang sepertinya sudah terpotong rapi berserakan disepanjang areal yang terkena dampak bencana.

“Selain faktor alam, kemungkinan ada faktor manusia dalam bencana Lintau Buo ini. Kami akan mengutus tim untuk melakukan pengechekan ke atas Gunung Sago. Namun setelah seluruh persoalan bencana ini selesai,” ucap Bupati Tanah Datar, Irdinansyah kepada wartawan, Minggu (14/10/2018).

Sebelumnya, Banjir bandang melanda jorong Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (11/10/2018) saat masyarakat melaksanakan shalat maghrib pukul 18.20 WIB. Dalam peristiwa ini, enam orang tercatat meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian petugas dan 14 orang mengalami luka-luka. Sampai saar ini, jalan antara Halaban Kabupaten Limapuluh Kota dan Lintau Buo, Kabupaten tanah Datar masih belum bisa dilalui karena jembatan penghubung jalan putus.

Kontributor Limapuluh Kota : Hajrafiv Satya Nugraha 

Berita Terkait

Baca Juga