Mengingat Kembali Sejarah Kota Padang yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Mengingat Kembali Sejarah Kota Padang yang Mungkin Belum Anda Ketahui ilustrasi gunung Padang (foto: Primadoni/covesia)

Covesia.com - Seperti yang kita ketahui, kota Padang adalah ibukota dari provinsi Sumatera Barat. Kota yang terkenal dengan legenda Malin Kundang dan Siti Nurbaya ini berbatasan langsung dengan laut dan perbukitan, sehingga secara otomatis mempunyai beragam tempat wisata menarik.

Kota Padang memiliki kultur yang beragam, tipe orangnya pun juga beragam, adat bersandi sarak, sarak bersandi Kitabullah itulah semboyan masyarakat minang yang melekat hingga kini. Kota sangat terkenal dengan kulinernya yang luar biasa enaknya. 

Tidak hanya di dalam negeri, rumah makan Padang juga terdapat di manacanegara dengan menu makanan yang menggugah selera, misalnya saja rendang. Selain makanannya, Padang juga mempunyai budaya yang sangat kental. 

Nah, anda pastinya ingin tahu tentang sejarah Kota Padang. Berikut ini adalah ulasannya dikutip covesia.com dari laman Antara. 

Pada abad ke-14 (1340-1375)

Kota Padang dikenal berupa kampung nelayan dengan sebutan Kampung Batung dengan sistem pemerintahan Nagari yang diperintah oleh Penghulu Delapan Suku.

Pada tahun 1667 VOC lewat penghulu terkemuka "Orang Kayo Kaciak" dapat izin mendirikan Loji pertama. Daerah Batang Arau dijadikan sebagai daerah pelabuhan, yang merupakan titik awal pertumbuhan kota Padang.

Kota Padang tidak hanya berfungsi sebagai kota pelabuhan tapi juga kota perdagangan. Pelabuhan tersebut terkenal dengan nama Pelabuhan Muaro.

7 Agustus 1669

Puncak pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan Belanda dengan menguasai Loji-Loji Belanda di Muaro, Padang. Peristiwa tersebut diabadikan sebagai tahun lahir kota Padang.

31 Desember 1799

Seluruh kekuasaan VOC diambil alih pemerintah Belanda dengan membentuk pemerintah kolonial dan Padang dijadikan pusat kedudukan Residen.

1 Maret 1906

Lahir ordonansi yang menetapkan Padang sebagai daerah Cremente (STAL 1906 No.151) yang berlaku 1 April 1906.

9 Maret 1950

Padang dikembalikan ke tangan RI yang merupakan negara bagian melalui SK. Presiden RI Serikat (RIS), No.111 tanggal 9 Maret 1950.

15 Agustus 1950

SK. Gubernur Sumatera Tengah No. 65/GP-50, tanggal 15 Agustus 1950 menetapkan Pemerintahan Kota Padang sebagai suatu daerah otonom sementara menunggu penetapannya sesuai UU No. 225 tahun 1948. Saat itu kota Padang diperluas, kewedanaan Padang dihapus dan urusannya pindah ke Walikota Padang.

29 Mei 1958

SK. Gubernur Sumatera Barat No. 1/g/PD/1958, tanggal 29 Mei 1958 secara de facto menetapkan kota Padang menjadi ibukota provinsi Sumatera Barat.

Tahun 1975

Secara de jure Padang menjadi ibukota Sumatera Barat, yang ditandai dengan keluarnya UU No.5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, dengan Kotamadya Padang dijadikan daerah otonom dan wilayah administratif yang dikepalai oleh seorang Walikota.

(sea) 

Berita Terkait

Baca Juga