Kerugian Bencana Lintau Buo Mulai Didata, Satu Lagi Korban yang Hilang Ditemukan

Kerugian Bencana Lintau Buo Mulai Didata Satu Lagi Korban yang Hilang Ditemukan Tim sar gabungan menemukan satu lagi korban banjir bandang, Sabtu (13/10/2018) yang melanda tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Tanah Datar (Foto: Sar Padang)

Covesia.com - Banjir bandang yang melanda jorong Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara sudah surut. Masyarakat dan petugas gabungan mulai membersihkan material banjir dari lokasi. Diwaktu bersamaan, satu per satu korban yang hilang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. 

Saat ini, korban bertambah menjadi lima orang setelah korban hilang atas nama Rizal Efendi (55) Alias Buyuang Sangek ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (13/10/2018) sekitar pukul 13.40 WIB. Penemuan jasad korban  yang berjarak 150 meter dari penemuan jasad Steve (10) yang sebelumnya ditemukan pada Jumat (12/10/2018).

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi mengatakan Pemerintah Daerah sudah menetapkan status tanggap bencana banjir bandang di Tanjung Bonai selama seminggu. Seluruh petugas gabungan akan melakukan pendataan yang terjadi akibat bencana. 

"Sudah ditetapkan masa tanggap darurat selama seminggu. Petugas sudah mulai membersihkan material banjir bersama masyarakat dan menghitung kerugian," kata Bupati, Sabtu (13/10/2018).

Pendataan ini dimaksudkan bisa menjadi referensi Pemkab Tanah Datar untuk meminta bantuan kepada pemerintah pusat guna merehabilitasi kembali daerah terkena bencana. Termasuk bantuan kepada masyarakat yang rumahnya hancur disapu air.

"Mulai dari fasilitas umum maupun rumah masyarakat diharapkan bisa dapat bantuan nantinya. Kami akan berusaha semaksimal mungkin," tutur Bupati.

Sementara itu kepala Pos SAR Kabupaten Limapuluh Kota, Robi Saputra mengatakan pihaknya akan melakukan proses pencarian kepada korban yang dilaporkan hilang. Hari ini, ditemukan kembali petani dari Tanjung Bonai dalam keadaan meninggal dunia.

"Tadi siang ditemukan kembali satu jenazah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kondisi meninggal dunia. Berarti korban meninggal sudah lima orang dan yang masih dalam pencarian dua orang," katanya.

Robi juga meminta kepada masyarakat untuk bersabar selama proses pencarian berlangsung. Pasalnya kerap kali petugas sedang bekerja di lapangan, hujan turun dan membuat aliran sungai batang Sinamar kembali naik. 

"Cuaca dilapangan tidak menentu dan kerap kali hujan turun. Jika sudah seperti ini dan air kembali naik, kami terpaksa menarik petugas sementara waktu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," kata Robi.

Kontributor Limapuluh Kota: Hajrafiv Satya Nugraha 


Berita Terkait

Baca Juga