BPBD: Pasca Banjir dan Longsor di Sumbar, 305 Unit Rumah Dilaporkan Rusak

BPBD Pasca Banjir dan Longsor di Sumbar 305 Unit Rumah Dilaporkan Rusak Rumainur, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar (Foto: Doc.Covesia)

Covesia.com - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar mulai melakukan pendataan terhadap kerusakan dan kerugian dampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di 11 daerah di Sumatera Barat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur, mengungkapkan BPBD masih melakukan pendataan terhadap dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi di 11 kabupaten/kota di wilayah Sumbar.

Data sementara jumlah korban bencana banjir dan longsor yang terjadi dari tanggal 10 dan 11 Oktober sebanyak  7 korban,  diantaranya 3 korban berada di  Kabupaten Padang Pariaman dan 4 korban di Tanah Datar.

"Jumlah korban selamat sebanyak 19 orang dan satu orang di Kabupaten Tanah Datar hingga saat ini sedang dilakukan pencarian," ujar Rumainur saat dihubungi covesia.com, Sabtu (12/10/2018).

Kata Rumainur, banjir dan longsor juga menyebabkan sebanyak 305 unit rumah dalam keadaan rusak. Selain itu juga terdapat 3 unit sekolah dan mesjid yang rusak akibat banjir dan longsor.

"Saat ini juga tengah dilakukan pendataan terhadap bangunan yang rusak, kemudian 3 jembatan penghubung yang berada di Pasaman dan Pasaman Barat juga juga dilaporkan putus," sebutnya.

Sebelumya Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Padang Pariaman Yudha Nugraha, menjelaskan bahwa dalam satu Minggu kedepan beberapa daerah di Sumbar berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang dan lebat.

Potensi hujan dengan Intensitas sedang hingga lebat akan terjadi di beberapa daerah seperti Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Padang, Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat, Bukittinggi, Limapuluh Kota, Solok dan Solok Selatan.

(dil/don)

Berita Terkait

Baca Juga