Asuransi Pertanian Membantu Petani saat Terjadi Bencana

Asuransi Pertanian Membantu Petani saat Terjadi Bencana Ilustrasi Sawah yang terendam banjir (Ist)

Covesia.com - Realisasi asuransi pertanian atau Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Sumbar masih rendah. Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Sumbar Candra menyebutkan, realisasi asuransi pertanian baru mencapai sebanyak 8.700 hektar dengan total target 14.000 hektar lahan yang ada di Sumbar.

"Untuk realisasi masih rendah, sebagian petani tidak mau diasuransikan. Alasannya mereka menginginkan kalau tidak terjadi bencana, dana asuransi di kembalikan. Ini yang diinginkan oleh petani," ujar Candra di saat menghadiri pertemuan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia di Padang, Kamis (11/10/2018).

Menurut Candra, petani sebetulnya diuntungkan dengan program Asuransi Usaha Tani Padi. Sebab, jika terjadi bencana dan petani gagal panen maka kerugian akan ditanggung oleh pihak asuransi. Petani hanya perlu mengajukan klaim kerugian, kemudian akan diverifikasi oleh petugas.

Dari data yang ada, petani di daerah maju seperti Padang Pariaman, Tanah Datar dan Agam lebih sedikit yang mendaftarkan diri untuk asuransi pertanian. Sementara itu, petani di daerah Pasaman lebih banyak yang mendaftarkan diri untuk asuransi.

"Target kita di Pasaman hanya untuk 1.000 petani, namun realisasinya melebihi target  tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan untuk 1 hektar areal sawah petani yang gagal panen akan diganti dengan harga Rp 6 juta jika puso nya 75 persen seperti yang terjadi di daerah Solok setelan beberapa waktu yang lalu.

"Baru-baru ini terjadi banjir di Pasaman, jika gagal panen petani dapat ganti rugi. Sebelumnya tahun 2017 juga telah diserahkan asuransi kepada petani gagal panen yang disebabkan oleh hama wereng," ujarnya.

(dil)

Berita Terkait

Baca Juga