Gelapkan Dana PIP, Oknum Guru Honorer di Kabupaten Solok Kena OTT Tim Saber Pungli

Gelapkan Dana PIP Oknum Guru Honorer di Kabupaten Solok Kena OTT Tim Saber Pungli Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan tim Satgas Saber Pungli UPP Prov Sumbar dan Polres Solok dari pelaku penggelapan dana bantuan PIP di SMK 1 Bukit Sundi Kabupaten Solok, Senin (8/10/2018)(Foto: Covesia/ Primadoni)

Covesia.com - Tim satgas saber pungli Pemprov Sumbar dan Polres Solok amankan seorang oknum guru honorer yang diduga melakukan tindak pidana korupsi yang menggelapkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Bukit Sundi Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Ketua Satgas Saber Pungli UPP Prov. Sumbar, Kombes Pol Dody Marsidy, pada keterangan persnya di Polda Sumbar, Senin (8/10/2018) mengatakan, pihaknya telah mengamankan pelaku setelah adanya laporan dari sejumlah orang tua dan murid yang mana mereka tidak menerima bantuan dana PIP dari sekolah tersebut.

"Pelaku atas nama EF (41) guru honorer yang juga bendahara pembantu Komite dan berhasil diamankan setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di SMK 1 Bukit Sundi Kabupaten Solok, pada 3 Oktober 2018 yang lalu, dengan atas laporan wali murid dan murid di sekolah tersebut," ungkapnya.

Mengetahui laporan tersebut kemudian pihaknya melakukan penyelidikan di sekolah itu, dan barulah diketahui laporan atas wali murid tersebut ternyata benar adanya.

"Dari hasil laporan itulah barulah kita amankan oknum guru honorer itu yang telah melakukan penggelapan terhadap dana bantuan PIP," jelas Dody

Dari hasil pemeriksaan kata Dody, dana hasil penggelapan tersebut digunakan pelaku untuk kepentingam pribadi dan ia lakukan atas inisiatif sendiri.

Sementara itu, Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan menjelaskan, bahwa pelaku menggelapkan dana Program Indonesia Pintar, yang mana dananya tersebut diberikan untuk siswa yang kurang mampu.

"Berdasarkan aduan siswa, mereka mengkomplain gurunya kenapa tidak dapat dana Program Indonesia Pintar, sedangkan temannya yang di sekolah lain menerimanya", terang AKBP Dony.

Dikatakannya, dengan adanya pengaduan tersebut, tim Saber Pungli Kota Solok langsung melakukan operasi tangkap tangan terhadap Eva dengan barang bukti awal berupa uang tunai Rp. 6.360.000.

Sebelumnya, pihak SMKN 1 Bukit Sundi menerima bantuan dana PIP sebesar Rp 95.000.000 pada tanggal 7 Agustus 2018, semestinya dalam aturannya lima hari pasca pencairan dana harus diserahkan kepada siswa-siswi. Namun yang bersangkutan hanya menyerahkan Rp. 15.000.000 kepada 30 siswa kelas XII, dan sisanya untuk kepentingan pribadi.

"Sisanya Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) digunakan untuk keperluan pribadi dan kebutuhan sekolah", terangnya.

Kapolres menambahkan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.

"Kita masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku dan masih terus mendalami kasus tersebut dengan pemeriksaan sejumlah saksi," ungkapnya.

Atas perbuatan pelaku ini, kata Kapolres, ia telah melanggar aturan Permendikbud RI No.9 Tahun 2018 Tentang Perubahan Permendikbud No.19 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Program Indonesia Pintar, dan Peraturan Dirjen Pendidikan Dasar Dan Menengah No: 05/D/BP/2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar pada Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah.

"Sehingga akibat perbuatannya, pelaku melanggar Pasal 8 jo Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dengan ancaman hukuman seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara," pungkas Kapolres.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga