Pernyataan Dukungan Politik di HUT Pasaman Ke-73 Dinilai Tidak Etis

Pernyataan Dukungan Politik di HUT Pasaman Ke73 Dinilai Tidak Etis Sidang Paripurna Istimewa ke-3 DPRD dalam rangka HUT Kabupaten Pasaman ke-73. (Heri/ Covesia.com)

Covesia.com-Sidang Paripurna Istimewa ke-3 DPRD dalam rangka HUT Kabupaten Pasaman ke-73 diwarnai dengan pernyataan dukungan politik kepada dua putra daerah setempat yang jadi calon legislatif (Caleg) di Pemilu 2019 yakni Caleg DPR RI Hasbullah Nasution dan Caleg DPRD Provinsi Sumbar Benny Utama.

Pernyataan dukungan tersebut dilontarkan oleh Ketua Harian Perpas Raya Jabodetabek, Abdul Halim Nasution. "Mari kita dukung kedua putra terbaik Pasaman ini. Mari bersama-sama kita hantarkan Benny Utama menjadi pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Barat dan Hasbullah Nasution ke DPR RI, agar kita punya wakil yang bisa menyampaikan dan memperjuangkan kepentingan Kabupaten Pasaman ditingkat nasional," seru Halim saat sidang Paripurna istimewa ke-3 DPRD dalam rangka HUT Kabupaten Pasaman ke-73, Senin (8/10/2018).

Padahal, selain dua nama itu, sejumlah nama caleg untuk DPR RI dan DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Pasaman pada Pemilu mendatang sudah beredar ditengah masyarakat diantaranya, Endang Tirtana dan Burhanuddin Pasaribu untuk DPR RI.

Sementara untuk DPRD Provinsi Sumbar, ada nama Sabar AS, Muzli M Nur, Zusmawati, Sarifuddin, Eri Supriadi, Suharjono, Khairuddin Simanjuntak, Sawal Dt Putiah, Hambali serta sederet nama lainnya.

Sejumlah tokoh dan Anggota DPRD Pasaman sempat sempat melontarkan kritikan atas pernyataan dukungan kepada dua calon legislatif oleh tokoh perantau pada sidang paripurna istimewa peringatan hari jadi Kabupaten Pasaman tersebut.

Salah satunya anggota DPRD Pasaman fraksi Gerinda Khairuddin Simanjuntak. Ia menilai dukungan yang disampaikan oleh tokoh perantau Jabodetabek itu kepada dua tokoh untuk pileg mendatang tidak etis.

"Sambutan perantau tadi menurut saya kurang etis. Tidak tepat disampaikan pada forum resmi, seperti sidang paripurna yang dihadiri banyak tokoh politik, banyak caleg," kecam Juntak.

Baiknya, kata Juntak, pernyataan dukungan politik kepada person to person pada pemilihan legislatif nanti dilakukan diluar agenda paripurna istimewa.

"Diluar, silahkan saja. Itu sah-sah saja. Tapi, kalau dalam paripurna Istimewa tadi, saya rasa tidak tepat, tidak etis dia menyampaikan hal itu. Yang maju caleg DPRD Provinsi dan DPR RI, kan banyak. Tidak hanya dua orang itu saja," tukasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Rahmat Setia, anggota DPRD dari Fraksi PAN. Ia mengatakan, bahwa dukungan kepada kedua tokoh itu untuk dimenangkan pada Pemilu 2019 nanti tidak pas dilakukan dalam sidang paripurna istimewa DPRD.

"Sangat disayangkanlah pernyataan dukungan itu disampaikan pada forum yang seharusnya bebas dari hal begituan," ucapnya.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Fraksi Demokrat, Sabar AS juga memiliki pandangan yang sama. Menurutnya, hal itu kurang elok dan etis disampaikan pada forum sidang paripurna yang terhormat.

"Kita apresiasi putra daerah Pasaman terhadap siapapun yang punya kemauan dan kapasitas untuk berperan di provinsi dan pusat guna percepatan pembangunan daerah. Terkait pernyataan tokoh tersebut dirasa kurang elok dan etis karna disampaikan pada forum sidang paripurna yang terhormat. Biarlah masyarakat yang menentukan," tukas Sabar.

(her/jon)

 

Berita Terkait

Baca Juga