BPBD Bengkalis Waspadai Daerah Potensi Karhutla

BPBD Bengkalis Waspadai Daerah Potensi Karhutla Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto: ilustrasi goriau.com)

Covesia.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Bengkalis, Riau, terus meningkatkan kewaspadaan terhadap daerah potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), walaupun hingga saat ini sejumlah titik api berhasil dikuasai.

"Kemarin kita mencatat terdapat dua titik api, masing masing di Bukit Batu dan Siak Kecil dan berhasil kita kuasai keduanya. Namun, kita akan terus meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terjadinya kembali titip api," kata Kepala Bidang (Kabid) Damkar pada Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD-Damkar) Bengkalis, Suiswantoro kepada Antara di Pekanbaru, Minggu (18/1/2015).

Ia mengatakan, saat ini Bengkalis telah memasuki musim kemarau dan peluang hujan hanya 14 persen serta angin yang mengarah ke Bengkalis cenderung dari utara.

"Angin utara itu mengindikasikan kita harus ekstra waspada karena telah memasuki musim kemarau," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini telah menyediakan sejumlah regu yang disiapkan di setiap kecamatan di Bengkalis dan memberdayakan masyarakat melalui program kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

Sebelumnya BPBD-Damkar bersama dengan Pemerintah Bengkalis telah menyiapkan dua embung untuk mengantisipasi jika terjadinya kembali kebakaran.

"Dua embung yang kita siapkan masing masing berada di Kecamatan Mandau dan Siak Kecil. Kedua embung tersebut diharapkan memudahkan tim pemadam kebakaran jika kebakaran terjadi kembali di Kabupaten Bengkalis," ujarnya.

Penempatan dua embung tersebut juga merupakan hasil dari pemetaan daerah potensi kebakaran Bengkalis yang tersebar di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Bukit Batu, Mandau dan Siak Kecil.

Sementara itu, pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Pekanbaru menyatakan saat ini sebagian besar wilayah kabupaten/kota di Provinsi Riau telah memasuki musim kemarau.

"Sejak awal Januari 2015, sebagian besar wilayah di Riau telah minim terjadi hujan," kata Analis BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru Ibnu Amiruddin.

Ia mengatakan, sebagai upaya antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak mulai dari pemerintah daerah hingga pusat.

"Setiap perkembangan adanya titik panas yang diindikasi sebagai peristiwa kebakaran hutan dan lahan selalu kami sampaikan ke badan penanggulangan bencana di seluruh kabupaten/kota di Riau," katanya. (ant/cal)

Berita Terkait

Baca Juga