Harga Ayam Buras Meroket di Pasaman

Harga Ayam Buras Meroket di Pasaman Ilustrasi ayam buras. (sumber foto: asra-net.blogspot.com)

Covesia.com - Harga ayam buras di pasar tradisional Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, Sumbar meroket. Kenaikan juga iikuti oleh telur ayam bras. Meskin harga Bahan Bakar Umum (BBM) diturunkan oleh pemerintah pusat, namun tidak berpengaruh dengan sejumlah bahan pokok, malah melonjak naik.

Informasi yang dihimpun covesia.com, Minggu (18/1/2015) di pasar tradisional Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman menunjukkan, harga ayam bras ukuran menengah kini Rp 35 ribu satu ekor, biasanya hanya Rp28 ribu per ekor, terjadi kenaikan sekitar Rp 8.000.

Sementara itu ayam bras ukuran besar kini naik menjadi Rp45 ribu per ekor, padahal biasanya harganya hanya Rp35 ribu, terjadi kenaikan sekitar Rp10 ribu.

Bukan hanya itu saja, kenaikan juga diikuti oleh telur ayam buras, biasanya hanya Rp1.200 per biji, kini naik menjadi Rp1.300 perbiji, sehingga dikedai harganya terpaksa naik menjadi Rp1.400 perbiji.

Sejumlah ibu rumah tangga yang berbelanja di pasar minggu Lubuk Sikaping banyak yang terkejut. Sebab, mereka memprediksi sejumlah harga bahan pokok akan merangkak turun dengan turunnya harga BBM oleh pemerintah pusat.

Tapi ternyata, tidak ada pengaruhnya turunnya harga BBM dengan sejumlah bahan pokok di pasar Lubuk Sikaping. " Ya, kita merasa terkejut dengan kenaikan harga ayam bras yang begitu besar. Kita tidak bisa berbuat banyak, karena anak-anak butuh ayam buras terpaksa dibeli juga," kata Wati dan Em kepada covesia.com.

Menurutnya, tidak diketahui secara pasti apa penyebab dari kenaikan ayam bras begitu tajam. Sebab, ia melihat stok ayam bras terlihat banyak di pasar Lubuk Sikaping.

"Kita berharap minggu besok harga ayam bras dan telur ayam bras bsa turun atau normal kembali seperti biasanya. Sementara harga kebutuhan pokok lainnya masih stabil, seperti cabai, beras tidak terjadi kenaikan"sebutnya. (man/cal)

Berita Terkait

Baca Juga