Lakukan Kampanye di Medsos, Peserta Pemilu Wajib Daftarkan Akun ke KPU

Lakukan Kampanye di Medsos Peserta Pemilu Wajib Daftarkan Akun ke KPU Ilustrasi (Ist)

Covesia.com - Lakukan kampanye menggunakan media sosial, Peserta harus mendaftarkan akun nya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua KPU Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) Riko Antoni melalui Divisi SDM dan Farmas, Erkonolis menjelaskan, pendaftaran akun media sosial peserta Pemilu dilakukan terakhir pada H-1 kampanye. 

"Beberapa akun peserta Pemilu sudah melakukan pendaftaran dan pendaftaran ditutup hari ini," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Sabtu (22/9/2018).

Dijelaskannya, peraturan kampanye  melalui Alat Peraga Kampanye (APK) maupun Medsos sudah ditetapkan dalam PKPU No 23 tahun 2018 tentang kampanye dengan ketentuan 1 peserta Pemilu hanya boleh memiliki 10 akun per aplikasi media sosial serta wajib ditutup usai masa kampanye yang telah ditetapkan yaitunya bulan April tahun 2019.

"Untuk kampanye menggunakan media sosial, materi kampanye boleh memuat visi dan misi program peserta Pemilu, bisa berbentuk suara, gambar atau gabungan yang bersifat naratif, grafis, karakter, ikteraktif atau tidak interaktif, dan yang dapat diterima melalui perangkat penerima pesan," terangnya.

Dijelaskan Erkonolis, pendaftaran akun tersebut bertujuannya untuk mengawasi  apabila akun melakukan kampanye dengan menggunakan isu SARA dan ujaran kebencian sehingga mudah dilacak.   

"Jika akun media sosial yang juga alat kampanye pemilu terindikasi melakukan pelanggaran akan di blockir bahkan bisa terancam pidana Cyber Crime," tuturnya.

(han)


Berita Terkait

Baca Juga