Maraknya Penjualan Anggur Murah di Padang, Dinas Pangan Lakukan Uji Labor

Maraknya Penjualan Anggur Murah di Padang  Dinas Pangan Lakukan Uji Labor Plt Kepala Dinas Pangan, Syahrial Kamat (kiri) beserta jajaran kerjanya, saat memantau pedagan buah anggur di jaln bypass Padang, dan mengambil sampel untuk diuji ke labor, Jum'at (21/9/2018)(Foto: Charlie)

Covesia.com - Anggur dengan harga terbilang murah sudah masuk di Kota Padang. Anggur tersebut terlihat dijual di jalur By Pass.

Anggur yang dijual seharga Rp50 ribu perkilogramnya itu menjadi tanda tanya dan bahan gunjingan bagi masyarakat. Sebab, harga standar anggur di pasaran dijual Rp80 ribu perkilogram. Ada yang menduga bahwa anggur tersebut diimpor dari Cina. Bahkan yang membuat resah, ada pula yang berasumsi bahwa anggur tersebut telah terkontaminasi zat berbahaya, yang berkemungkinan berdampak pada kesehatan masyarakat.

Menjawab keresahan masyarakat, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pangan Kota Padang langsung mendatangi para pedagang yang berjualan di depan Kantor Balaikota Padang, jalan By Pass. Plt Kepala Dinas Pangan, Syahrial Kamat beserta jajaran kerjanya menanyakan langsung kepada pedagang asal muasal anggur murah tersebut.

“Setelah kita tanyakan langsung, anggur berasal dari Belawan, Medan,” kata Syahrial Kamat, Jumat (21/9/2018).

Anggur itu dibeli langsung oleh agen di Pasar Usang, Padangpariaman. Anggur kemudian dibawa ke Padang dengan mobil pickup sebanyak 2,1 ton.

“Anggur sebanyak 2,1 ton itu dijual untuk satu minggu di Padang,” katanya.

Agar aman dikonsumsi masyarakat, pihak Dinas Pangan Kota Padang kemudian membawa sampel anggur ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang. Sampel anggur diuji di labor tersebut.

“Yang jelas kita akan uji labor untuk mengetahui ambang batas bagi kesehatan. Kita uji di dua labor untuk melihat tingkat bakteri, formalin serta residu pestisida. Saat ini kita tengah menunggu hasil uji labor,” ungkap Syahrial Kamat.

Syahrial Kamat mengimbau kepada masyarakat untuk jangan terlalu tergiur dengan harga murah. Masyarakat diharapkan jeli memilih dan menyeleksi setiap yang akan dikonsumi.

“Sebaiknya kita mengonsumsi buah-buahan lokal. Selain lebih menyehatkan, juga dapat menyemangati petani kita menanam dan memasarkan buah-buahan lokal di tengah masyarakat," ajak Syahrial.

Pantauan di sepanjang jalan By Pass, Aia Pacah, belasan pedagang berjualan anggur secara bebas. Mereka memanfaatkan sejumlah keranjang yang ditumpuk untuk menjual anggur tersebut. Cukup banyak pemilik kendaraan yang berhenti membeli.

Menurut seorang pembeli, ukuran anggur memang cukup besar dibanding anggur lain yang dijual di pasaran. Namun begitu rasa anggur kurang manis, daging tidak padat dan banyak mengandung air.

(chr/don)

Berita Terkait

Baca Juga