Bawaslu Pasaman Apresiasi Upaya Polres Kumpulkan Elemen Masyarakat Jelang Pemilu

Bawaslu Pasaman Apresiasi Upaya Polres Kumpulkan Elemen Masyarakat Jelang Pemilu Foto: Heri Sumarno

Covesia.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman, Sumbar mengapresiasi langkah Polres setempat yang mengumpulkan seluruh elemen masyarakat untuk mensukseskan pelimilihan umum (Pemilu) 2019 mendatang. 

"Pada prinsipnya Bawaslu terus berupaya meningkatkan kualitas pemilu yang damai dan sejuk. Kemudian deklarasi ini merupakan langkah tepat penolakan terhadap racun Demokrasi seperti Politik uang, kampanye hitam, penyebaran berita bohong (hoax), pembunuhan karakter, fitnah dan ujaran kebencian ditengah masyarakat," ujar Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita usai deklarasi pemilu badunsanak di Polres Pasaman, Rabu (19/09/2018).

Kata Rini Juita, racun demokrasi ini bisa merusak peradaban, merusak demokrasi dan bisa menghancurkan sendi-sendi kehidupan politik kenegaraan. 

"Hari ini Bawaslu memiliki peran yg sangat strategis dalam pelaksanaan pemilu. Sebagai lembaga yg bertanggung jawab melakukan pencegahan, pengawasan dan penindakan. Maka Bawaslu menjadi kunci atas berlangsungnya tahapan pemilu yg Berintegritas. Untuk mewujudkan hal tersebut dimulai dengan menyusun strategi dan perencanaan pengawasan, pencegahan dan penindakan yang maksimal,"katanya.

Karenanya Bawaslu ungkap Rini Juita, memandang perlu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut memantau, mengawasi , mengawal dan mencegah secara dini pelanggaran-pelanggaran pemilu.

"Proses pengawasan, pencegahan dan penindakan yang terlaksana dalam pemilu lalu yang belum maksimal kita maksimalkan. Hal ini dirumuskan bawaslu dlm IKP (Indeks Kerawanan Pemilu). IKP diharapkan dapat menjadikan patokan untuk merumuskan strategi pencegahan yang lebih tepat dan ini merupakan perwujudan amanat UU no 7 th 2017. Untuk merumuskan IKP tersebut, Bawaslu Pasaman sudah berkoordinasi dengan lembaga terkait seperti kepolisian, KPU dan Media massa,"tambahnya.

Kedepan kata Rini Juita, yang dibutuhkan adalah bukti nyata atau realisasi dari deklarasi pemilu badunsanak tersebut ditengah-tengah maayarakat.

"Kita hanya menunggu actionnya dilapangan, baik aparat maupun tokoh masyarakat dari unsur tungku sajarangan ini. Sehingga bisa dijadikan contoh oleh pemilih dalam mencipatkan pemilu yang sejuk dan damai di Pasaman ini khususnya,"tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga