Sakit Hati Karena Disalip, Seorang Pemuda di Padang Tikam Korbannya Hingga Tewas

Sakit Hati Karena Disalip Seorang Pemuda di Padang Tikam Korbannya Hingga Tewas Pelaku saat diamankan di Mapolres Padang, Senin (17/9/2018)(Foto:Covesia/ Primadoni)

Covesia.com - Akibat dendam, seorang pemuda tewas ditikam senjata tajam di kawasan PT Semen Padang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (15/9/2018) kemarin sekitar pukul 17.00 WIB. 

Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan dalam keterangan persnya, Senin (17/9/2018) mengatakan, kejadian tersebut berawal ketika korban atas nama Rio Oktavianda Putra (22) dan Roni Anwar (22) warga Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumbar, melintas di Jalan Simpang Cubadak depan Pos Giro Komplek PT. Semen Padang, setelah mereka menerima gaji dari tempat mereka bekerja sebagai buruh di pabrik itu.

"Setelah mereka menerima gaji tersebut, mereka sedang mengendarai sepeda motor hendak menuju gerbang keluar PT. Semen Padang, tak disangka tiba-tiba datang pelaku atas nama Yandrizal (25) dari sebelah kiri yang langsung menikam kedua korban dengan sebilah pisau dapur, sedangkan korban atas nama Roni terkena di bahu tangan kirinya sebanyak dua tusukan. Sedangkan Rio terkena di bagian dada kiri sebanyak satu tusukan,” ungkap Kapolres. 

Setelah mendapat tusukan, lanjut Kapolres, kedua korban lari menyelamatkan diri ke Pos Pengamanan meminta bantuan. Sementara pelaku tetap berupaya mengejar korban dan kemudian dapat dilerai warga hingga pelaku dapat diamankan.

"Namun korban atas nama Rio Oktavianda Putra mengalami luka cukup parah di bagian dada kiri, kemudian dilarikan ke Semen Padang Hospital (SPH) di jalan By Pass," sebut Kapolres.

Kemudian kata Kapolres, setelah sampai di SPH, nyawa korban tidak dapat diselamatkan, dokter menyatakan Rio meninggal dunia.

Kapolres menambahkan, sebelum terjadi penikaman, korban dan pelaku sempat berkelahi. Perkelahian dipicu emosi tersangka yang disalip korban saat berkendara. Maka timbullah rasa sakit hati, kemudian berkelahi. Karena kalah jumlah, pelaku ciut nyalinya dan lari mencari pisau di suatu warung.

“Jadi sebelumnya mereka terlibat perkelahian, merasa pelaku dan korban tidak seimbang, makanya pelaku lari dan mencari sebilah pisau dari sebuah warung untuk menikam korban,” jelasnya.

Kapolres menjelaskan, antara pelaku dan korban tidak saling kenal, hanya karena disalip saat berkendara, timbul rasa sakit hati dan dendam.

Ia juga mengungkapkan, bahwa pelaku, juga resedivis yang pernah terlibat pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Untuk saat ini, pelaku beserta barang bukti sebilah pisau dapur sudah kita amankan di Mapolresta Padang. Polisi masih menyelidiki dan mendalami motif lain pelaku dari peristiwa tersebut.

“Atas perbuatannya tersangka akan dikenakan Pasal 340 Jo 338 Jo 351 Ayat 3 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang lain atau pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup,” pungkas Kapolres.   

(don)

Berita Terkait

Baca Juga