Tuntut Keputusan Kemen PAN RB, Puluhan Honorer di Pessel Gelar Aksi Unjuk Rasa

Tuntut Keputusan Kemen PAN RB Puluhan Honorer di Pessel Gelar Aksi Unjuk Rasa Aksi Damai tenaga Honorer K-II menuntut keputusan Kemen PAN RB di Halaman Kantor Bupati Pessel (Indrayen)

Covesia.com - Sekitar 50 orang perwakilan dari 871 K-II honorer yang terdiri dari honorer TK, SD, SMP gelar aksi damai menuntut terkait keputusan Kemen PAN RB No. 36, 37 di halaman Kantor Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (17/9/2018)

Aksi damai yang digelar bertujuan. Agar pemerintahan daerah menyampaikan aspirasi mereka terkait peraturan Kemen PAN RB No. 36, 37. 

Sebab, secara tidak langsung peraturan tersrbut, mengintimidasi mereka para tenaga honorer yang berumur lebih dari 35 tahun keatas. Karna dalam keputusan tersebut syarat untuk seleksi CPNS pada tahun ini berumur 35 tahun kebawah. Sedangkan, tenaga honorer K-II rata-rara berumur diatas 35 tahun.

Firmansyah salah seorang perwakilan dari Forum K-II yang juga merupakan tergolong tenaga K-II menyampaikan asipirasi nya, bahwa keputusan Kemen PAN RB RI No 36, 37 Tahun 2018 tentang seleksi CPNS Tahun 2018 sangat menyudutkan, dan merugikan bagi kami honorer K-II di Kabupaten Pesisir Selatan. 

"Kita minta Kemen PAN RB bisa mencabut dan mengkaji ulang surat keputusan ini," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan keputusan aturan Kemen PAN RB tidak memiliki rasa keadilan. Puluhan tahun mengabdi di Negara , sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, ikut mendidik generasi muda.

"Jangan ada anak kandung anak tiri, kami mempunyai hak yang sama seperti ASN dan PNS lainya. Untuk, itu kami berharap Pemda Pessel bisa menyampaikan aspirasi agar Kemen PAN RB bisa mencabut dan mengkaji ulang, jika perlu menyurati," harapnya.

Sementara itu Ketua LSM SIGI Kabupaten Pessel Marjoni, mengatakan, untuk dikabupaten Pessel sesuai data base yang ada, ada 871 tenaga honorer yang tersebar di Kabupaten Pessel, terdiri dari guru TK,SD,SMP dan pelayan kesehatan.

"Kita minta pihak Pemda dan Anggota DPRD bisa menyurati Kemen PAN RB, untuk mencabut dan membatlkan nya. Khususnya bagi K-II Pessel," tegas Marjoni.

Bupati Pesisir Selatan H.Hendrajoni yang diwakali Asisten I Gunawan , didampingi OPD terkait mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk menyurati pemerintahan pusat terkait aspirasi dan harapan dari tenaga honorer K-II di daerahnya.

"Kia ikuti sistem berjenjang, dan aspirasi ini akan kita sampaikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu pusat," kata Gunawan.

Tambahnya, untuk tenaga honorer K-II kita berharap terus mengabdi untuk mencerdaskan generasi kita. Sebab, di balik pengabdian pasti ada hasil yang akan kita terima.

Maka untuk itu, kita akan berupaya memperjuangkan aspirasi tenaga honorer kita kususnya untuk K-II.

"Kita telah menyiapkan surat terkait keluhan tenaga honorer kita ke pusat. Agar cepat ditanggapi," tutupnya.

Kontibutor Pessel: Indrayen


Berita Terkait

Baca Juga