Kirab Pemuda di Padang Pariaman, Jaga Kesatuan dengan Festival Layang Dangung

Kirab Pemuda di Padang Pariaman Jaga Kesatuan dengan Festival Layang Dangung Melalui Kirab Pemuda jalin kebersamaan dengan Festival Layang Dangung di Padang Pariaman, Sabtu (15/9/2018)

Covesia.com - Ada yang berbeda dengan Kirab Pemuda yang dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dengan menjaga kekompakan dan kebersamaan antar pemuda di daerah itu, Panitia Kirab adakan Festival Layang Dangung untuk membangkitkan kebersamaan antar mereka.

Kegiatan Kirab Pemuda di Padang Pariaman dipusatkan di Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman,  pada Sabtu kemarin (15/9/2018).

"Tidak hanya Festival Layangan, Kirab Pemuda di Padang Pariaman juga dilaksanakan Bhakti Sosial seperi Donor Darah, Go Green (aksi penghijauan), cek kesehatan gratis, renovasi rumah ibadah, pustaka pemuda dan kemudian ditutup dengan Festival Layang Dangung ini," sebut Candra Kirana, Sekretaris Kirab Pemuda Wilayah Sumbar.

Candra melanjutkan, Kirab Pemuda di Sumbar ini merupakan progran dari Kementrian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora RI) yang dilaksanakan di Bukittinggi, Pasaman, Padang Panjang, Padang Pariaman, Kota Padang yang sudah dimulai semenjak 12 September kemarin.

"Kirab saat ini di pusatkan di Kabupaten Pasaman yang akan mengutus dua orang pemuda dari masing-masing Provinsi dan akan berlanjut nantinya ke kabupaten Kampar Riau. Dan di Sumatera dibagi menjadi dua Zona, kemudian nantinya mereka akan berkumpul di Jakarta pada 17 September mendatang," ungkap Candra.

Sementara itu, Walinagari Tapakis, Soni Aprison mengungkapkan dalam Kirab Pemuda kali ini, membawa Festival Layang Dangung merupakan hal yang tepat sekali, karena dalam pertandingan Layang Dangung ini terciptanya kebersamaan dan kekompakan antar mereka.

"Layang Dangung ini kalau menaikannya butuh tim dan kekompakan, tidak bisa satu orang butuh kebersamaan, dalam satu tim biasanya ada lima hingga enam orang," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk peserta layang Dangung ini ada sekitar 36 peserta dari setiap utusan kampung yang ada di nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis.

"Ada sekitar 36 peserta dan yang bertahan dan bisa terbang hanya bertahan sekitar enam Layangan, karena kondisi cuaca angin sangat kencang banyak mereka yang gugur," sebutnya

Untuk masalah penilaian, kata Soni, nantinya Layangan yang naik akan dinilai Dangungnya (bunyi) kemudian enggak (gerakan layang).

Kemudian Soni melanjutkan, untuk para pemenang Panitia Kirab Pemuda menyediakan berbagai macam tropi dan uang pembinaan untuk memeriah kegiatan tersebut.

"Mereka yang Juara mendapatkan sejumlah uang tunai dan tropi, sebagai pembinaan dan telag mensuskseskan kegiatan Kirab Remaja di Nagari Tapakis ini," tutup Soni.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga