Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan, Seorang Ibu Bacok Anak Kandungnya di Pessel

Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan Seorang Ibu Bacok Anak Kandungnya di Pessel Korban yang mendapatkan perawatan medis di Puskesmas setempat (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Helmida (30) bacok anak kandungnya bernama Fahrul (10) menggunakan golok di Sungai Gemuruh, Nagari Inderapura Selatan, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) diduga sang ibu mengalami gangguan jiwa.

Informasi yang didapat Covesia.com. Kejadian terjadi pada Selasa Sore (11/9/2018). Kejadian tersebut bermula saat adik korban bernama Tiara (5) menangis histeris karna ibunya Halmida memotong rambutnya dengan menggunakan pisau kater. 

Karna mendengar suara teriakkan sang adik Tiara. Fahrul sang korban menarik sang ibu bertujuan untuk memberhentikan apa yang dilakukan terhadap adiknya. Karna kesal sang ibu bacok Fahrul menggunakan golok, dan fahrul mengalami luka pada leher.

"Kita menduga dari kejadian itu, Helmida kesal, lalu mengamuk seraya mengambil golok dan dibacokan kepada anaknya Fahrul sehingga mengenai lehernya," ucap Padil (41) warga setempat pada Covesia.com Kamis (13/9/2018)

Ia menambahkan, habis membacok anaknya, Helmida lari keluar rumah. Warga sekitar yang mendengar suara teriakan histeris dari Fahrul, datang beramai ramai ke TKP.

"Saat itu, terlihat Fahrul tergeletak sedang berlumuran darah dilantai rumahnya. Dan langsung dibawa ke rumah bidan terdekat. Sementara, Helmida orangtua korban saat ini diikat warga dengan tali," terangnya.

Sementara itu, Jamalus selaku Wali Nagari Inderapura Selatan, saat dihubungi menjelaskan, kejadian tersebut sudah diberitahukan kepada Kapolsek setempat.

"Atas nama pemerintah nagari, kami akan berupaya mengurus BPJS keluarga ini. Sebab, mereka tergolong dari keluarga miskin," ujarnya.

Sedangkan Kapolsek Pancung Soal Iptu Andranova, dalam laporannya kepada awak media merilis, telah terjadi pembacokan anak dibawah umur, bertempat di Sungai Gemuruh, Nagari Inderapura Selatan, Kecamatan Pancung Soal, pada hari Selasa sore.

"Benar, korban atas nama Fahrul (10), dibacok oleh ibu kandungnya Helmida (30) yang mengalami gangguan jiwa. Namun, hingga kini belum ada laporan dari pihak keluarga terkait peristiwa tersebut," ujarnya.

Kemudian, Amrin suami Helmida mengakui, bahwa istrinya sudah 2 tahun lebih mengalami penyakit gangguan jiwa tersebut. Namun, belum bisa dibawa berobat ke dokter dikarenakan tidak memiliki biaya.

"Dulu pernah saya bawa berobat ke paranormal (dukun) di kampung ini. Saat itu sudah sembuh, namun sekarang kambuh lagi," jelasnya.

Ia melanjutkan, penyakit yang dialami istrinya datang dengan cara tiba-tiba. Karna keterbatasan Ekonomi selama kurung waktu 2 tahun itu, ia tidak pernah lagi membawa istrinya untuk berobat.

"Saya berharap agar istri saya bisa sembuh dan kembali normal seperti biasa. Namun, untuk biaya pengobatan sangat sulit karena saya memiliki ekonomi lemah," tutupnya

Saat ini, korban di rawat di Puskesmas setempat. Kondisi korban masih dalam penanganan medis beruntung sang korban masih bisa diselamatkan karna golok yang digunakan pelaku tidak terlalu tajam.

Kontributor Pessel: Indrayen Putra

Berita Terkait

Baca Juga