Kaum Hawa Bumi Sikerei Masih Tertinggi Skala Buta Aksara

Kaum Hawa Bumi Sikerei Masih Tertinggi  Skala Buta Aksara Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Foto: Covesia/ Septin Rahayu)

Covesia.com - Keberadaan Mentawai yang termasuk dalam kategori wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) di Provinsi Sumatera Barat tidak lepas dari kondisi warga yang masih buta aksara.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai, jumlah warga Mentawai yang berstatus buta aksara pada usia 15 tahun ke atas di akhir tahun 2017 bersisa 1.192 jiwa yang tersebar di 10 (sepuluh) kecamatan. Dari data tersebut diketahui bahwa kaum perempuan Bumi Sikerei masih 890 jiwa  yang berstatus buta huruf, sementara laki-laki 302 jiwa.

Adapun kecamatan yang memiliki warga terbanyak buta huruf berada di kecamatan Siberut Barat Daya sebanyak 495 jiwa, Pagai Selatan 215 jiwa, dan Siberut Barat 141 jiwa.

Data masyarakat yang berstatus buta huruf sejak tahun 2.010 sebanyak 7.841 jiwa mengalami penurunan setiap tahunnya.

“Tahun ini pemberantasan buta aksara difokuskan di wilayah Siberut Selatan dan Siberut barat yang dimulai sejak awal agustus hingga desember 2018,” ujar Anjelo Kalil Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Paud dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai di ruang kerjanya pada rabu (12/09/2018).

Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan pemberantasan buta huruf dilakukan oleh mitra Dinas Pendidikan Mentawai melalui Lembaga PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang bergerak pada bidang pendidikan. Ada sebanyak 114 jam pelajaran yang diselenggarakan PKBM tersebut.

“Selain belajar aksara dasar, ada kelanjutan pengentasan buta huruf yaitu program KUM (Keaksaraan Usaha Mandiri),” tutur Anjelo.

Masyarakat juga diajarkan keterampilan dalam mengembangkan kreatifitas seperti membuat kue atau usaha lainnya.

Mengentaskan angka buta aksara di Bumi Sikerei, Anjelo mengimbau agar masyarakat memiliki kemauan untuk belajar dan tidak sungkan untuk menuntut ilmu asalkan bisa menjadi pribadi yang lebih maju . 

Seperti ungkapan, tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu. Belajar tidak kenal batas usia. 

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu


Berita Terkait

Baca Juga