Polisi Ringkus Bandar Narkoba di Pasbar, 2 Kilogram Ganja Diamankan

Polisi Ringkus Bandar Narkoba di Pasbar 2 Kilogram Ganja Diamankan Konferensi Pers Polres Pasbar, Jum'at (07/09/2018). (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Jajaran Polisi Resor (Polres)  Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar berhasil meringkus bandar Ganja kering di Kecamatan Luhak Nan Duo. Dari tangan tersangka Polisi mengamankan barang bukti berupa 1 paket besar ganja kering, 7 paket sedang, 14 paket kecil dengan total berat 2 kg, dan uang tunai Rp765 ribu.

“Benar. Tersangka yang diamankan tersebut adalah W (37) akrab dipanggil Bejok di jorong Sarik, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo sekitar pukul 19.30 WIB tadi malam. Namun baru tadi siang sekitar pukul 10.00 WIB kita lakukan konferensi pers,” terang Kapolres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso melalui Wakapolres Pasaman Barat, Kompol Irvan.

Menurut Kompol Irvan, penangkapan tersangka berawal dari informasi dan penyelidikan di lapangan, yang dilakukan Satuan Narkoba Polres Pasaman Barat.

"Tersangka diamankan pertama kali ketika hendak mengedarkan Narkotika jenis Ganja. Selanjutnya dilakukan pengembangan kekediaman Tersangka di Lubuk Batang, Jorong Kapa Utara, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo. Sebelum kemudian kita temukan sejumlah BB tersebut,"katanya.

Sementara Kasatres Narkoba Polres Pasbar, AKP Alexy Aubedillah mengatakan, penangkapan itu disaksikan masyarakat setempat.

"Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan didalam ember hijau, barang bukti berupa narkotika jenis tanaman ganja di dalam kantong plastik warna hitam dengan total sekitar 2 Kg,” AKP Alexy Aubedillah.

Dari pengakuan tersangka kata AKP Alexy Aubedillah, Ganja kering ini dipoleroleh dari Panyabungan, Kabupaten Madina-Sumut. Selanjutnya barang yang dipesan akan diantar oleh kurir.

"Tersangka mengaku telah mengedar lebih kurang satu tahun. Namun bagi pihak kepolisian pelaku merupakan wajah lama. Untuk pengembangan selanjutnya pelaku dan BB (barang bukti) telah diamankan di Polres Pasbar,"katanya.

Dari perbuatannya, tersangka terancam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 111 ayat (2), Undang Undang Negara RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan pidana ancaman penjara paling singkat 5 tahun, penjara paling lama 20 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

(Heri)

Berita Terkait

Baca Juga