Psikolog : Dalam Kondisi Bahaya, Wajar Okta Melawan

Psikolog  Dalam Kondisi Bahaya Wajar Okta Melawan Okta saat didalam tahanan. (Foto: Fadil MZ/ Covesia.com)

Covesia.com-Dosen Psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Wanda Fitri mengungkapkan bahwa, sifat bertahan dan melakukan perlawanan terhadap bahaya yang mengancam merupakan sifat alamiah manusia.

"Sebetulnya wajar saja manusia bertahan atau melakukan perlawanan jika ada bahaya yang mengancam kehidupannya, ini yang dilakukan oleh Okta Sandi saat diserang dua orang preman di Mushala Nurul Jadid komplek Taruli I Jumat, (10/8) lalu," ujar Wanda Fitri saat dihubungi covesia.com, Kamis, (6/9/2018).

Kata Wanda, terkait kasus yang menimpa Okta Sandi (21) mahasiswa Tafsir Hadis UIN IB yang ditahan Polsek Kuranji, Kota Padang merupakan bentuk reaksi spontan yang muncul ketika bahaya datang dan semestinya Polsek tidak melakukan penahanan terhadap okta.

" Ketika diserang apalagi dikeroyok pasti  ada gerakan reaksi untuk bertahan apakah mengambil benda tajam atau tidak yang jelas itu reaksi. Dalam agama  Islam hal demikian juga dibolehkan dalam batas wajar, jadi terlalu berlebihan pihak keamanan menahanya dalam sel," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa berdasarkan kronologis kejadian sejak awal tentunya dalam hukum juga harus ada keadilan sosial dan pemberian sanksi pun harus lah adil terhadapnya.

"Kita hanya berharap ada pertimbangan lain dari segi hukum yang meringankannya, selain itu, dari kasus tersebut akan merusak kepercayaanya terhadap lembaga penegak hukum," ujarnya.

Sebelumnya, salah seorang mahasiswa UIN IB Dedi Edrianto menjelaskan bahwa kejadian yang menimpa Okta murni untuk mempertahankan diri dari aksi premanisme yang dilakukan oleh Fahmi Riza dan Inob yang mengakibatkan wajah Fahmi Riza terluka. 

 (dil/jon)

Berita Terkait

Baca Juga