Poltek Pertanian Negeri Payakumbuh Segera Ganti Nama Jadi Tan Malaka

Poltek Pertanian Negeri Payakumbuh Segera Ganti Nama Jadi Tan Malaka Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan bersama pihak Kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh saat bertemu dengan Menristek Dikti, Jumat (16/08/2018) di Jakarta. (Istimewa)

Covesia.com - Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan menegaskan nama Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Sumatera Barat akan segera berganti dengan nama Politeknik Pertanian Negeri Tan Malaka.

Ia menyebut bahwa pihak Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) sudah menerima berkas pengajuan pergantian nama ini baik dari Pemkab Limapuluh Kota maupun dari pihak kampus.

"Berkasnya sudah kami masukkan ke Kemenristek Dikti dan langsung diterima oleh pak Menteri, Mohammad Natsir. Ini kami lakukan untuk mengenang jasa pahlawan dan meningkatkan kearifan lokal," ucap Wabup Limapuluh Kota yang mengaku sedang berada kantor Kemenristek Dikti, Jakarta kepada Covesia.com melalui telepon seluler, Kamis (16/08/2018).

Dikatakannya, alasan Pemkab Limapuluh Kota mengambil nama Tan Malaka karena dua dari tiga tokoh pendiri Bangsa ini berasal dari LimapuluH Kota yakni Tan Malaka dan Bung Hatta.

Menurutnya, untuk Bung Hatta, telah ada namanya di sematkan di Kota Padang. Sekarang, tinggal nama Tan Malaka yang belum.

"Kedua tokoh ini asli orang Limapuluh Kota. Walaupun Bung Hatta besar di Bukittinggi, namun dia berasal dari Batu Hampa kecamatan Akabiluru. Sedangkan Tan Malaka dari Pandam Gadang, Kecamatan Gunung Omeh," Katanya.

Ferizal melihat potensial nama pahlawan di perguruan tinggi ini mampu mendongkrak intelektual dan rasa nasionalis pemuda. Seperti alumni Universitas Bung Hatta yang banyak menjadi orang besar.

"Saya yakin nantinya dari Politeknik Pertanian Negeri Tan Malaka, bisa mencetak alumni yang cerdas. Mampu bersaing secara global seperti alumni UBH," Katanya.

Sedangkan Menristekdikti, Mohamad Nasir menyambut baik usulan pergantian nama ini dan segera didiskusikan lebih lanjut di internalnya.

"Tentu ini merupakan suatu kebanggaan dan juga merupakan kearifan lokal. Segera kami diskusikan lebih lanjut untuk menghitung dari segi manfaatnya dan Ini bukan hal yang baru di Kemenristekdikti," Ucap menristekdikti, Mohamad Nasir.

Natsir menuturkan pergantian nama perguruan tinggi juga pernah dilakukan di beberapa daerah atas permintaan Pemerintah Daerah setelmpat dan pihak kampus. Prosesnya, tidak memakan waktu lama jika seluruh pihak menyutujui hal ini.

"Saya lihat berkasnya lengkap dan disetujui semua pihak. Segera saya respon dan mudah-mudahan dalam tahun 2018 ini bisa terealisasi," katanya.

Kontributor Limapuluh Kota : Hajrafiv Satya Nugraha

 

Berita Terkait

Baca Juga