Jembatan Alternatif Putus, Masyarakat di Pessel ini Gunakan Rakit untuk Seberangi Sungai

Jembatan Alternatif Putus Masyarakat di Pessel ini Gunakan Rakit untuk Seberangi Sungai Foto: Istimewa

Covesia.com - Jembatan Putus di Kampung Nyiur Gading, Nagari Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) Putus pada Jumat 3 Agustus 2018 lalu. 

Jembatan tersebut putus akibat tidak bisa menahan arus sungai yang begitu kuat, sehingga Masyarakat pun terpaksa memanfaatkan rakit untuk menyeberangi sungai.

Hingga hari ini, warga masih menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai dan terpantau sebagian warga juga bergotong royong untuk memperbaiki jembatan tersebut.

Warga yang menggunakan fasilitas jembatan itu berharap, kondisi saat ini bisa cepat teratasi. Sebab, jembatan darurat yang dibangun pemerintah setempat sudah berulangkali putus dan membuat akses warga terganggu.

"Dalam setahun ini sudah 2 kali jembatan putus. Setiap jembatas putus, ya, rakit yang terbuat dari bambulah yang kami manfaatkan untuk menyeberang," jelas Eri warga setempat pada Covesia.com Selasa (14/8/2018).

Dikatakannya lagi, keberadaan jembatan di kampung itu sangat diharapkan masyarakat sebagai penopang aktivitas. Sebab, banyak daerah terpencil yang memanfaatkan jembatan tersebut dan terganggu akibat rusak.

"Meski jembatan alternatif tapi menjadi akses bagi kami warga setempat yang di tempuh setiap harinya. Mesti sudah dibangun jembatan permanen di sebelah jembatan alternatif yang putus. Tapi sampai saat ini jembatan itu belum siap malahan pengerjaannya juga telah berhenti," terangnya

Sementara itu, Camat Lengayang, Zoni Eldo membenarkan kondisi tersebut, sudah seminggu diterjang air sungai, pihaknya bersama warga berinisiatif melakukan gotong royong, karena tidak ada jalan alternatif lain yang bisa dilalui, jembatan darurat itu salah satu akses terdekat yang dilalui warga sekitar.

"Sebenarnya ada dua alternatif, tidak hanya jembatan darurat ini saja. Satu jalan ke Ganting Kubang dan satu lagi ke Kapau. Namun sedikit agak jauh, tadi sudah kami lakukan goro dan insyallah akan segera bisa dilalui," terangnya.

Dia mengatakan, adanya jembatan darurat tersebut, karena ada pembangunan jembatan utama dalam proses pengerjaan. Namun, karena kondisi pembangunan terkendala belum selesai, jadi dampak terhadap pemanfaatan jembatan darurat untuk terus dilalui warga.

"Karena jembatan utamanya dalam pembangunan. Jadi jembatan darurat yang dimanfaatkan," tutupnya.

Kontributor Pessel: Indrayen


Berita Terkait

Baca Juga