Paripurna DPRD Limapuluh Kota Tetap Dilaksanakan Meski Hanya Dihadiri 13 Anggota Dewan

Paripurna DPRD Limapuluh Kota Tetap Dilaksanakan Meski Hanya Dihadiri 13 Anggota Dewan Kondisi ruangan sidang DPRD Limapuluh Kota ketika menyanyikan lagu Indonesia saat paripurna dimulai. (Hajrafiv Satya Nugraha/ Covesia.com)

Covesia.com - Sidang Paripurna dengan agenda penutupan masa sidang II 2018, Kamis (09/08/2018) dinilai aktivis Forum Luak Limapuluh terkesan dipaksakan. Pasalnya, dari 35 anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, hanya 13 anggota Dewan yang hadir.

Ini tidak sesuai dalam aturan paripurna yang mengharuskan kehadiran anggota dewan sesuai dengan kuorum atau 2/3 dari seluruh anggota.

Selain itu, jadwal sidang yang sudah ditetapkan pukul 10.00 WIB, baru bisa di mulai pukul 11.45 WIB dan selesai pukul 12.45 WIB.

"Ada apa dengan Paripurna hari ini. Sepertinya dipaksakan sekali. Anggota yang hadir hanya 13 orang dan baru mulai disaat waktu ISHOMA mau masuk," kata ketua aktivis Forum Peduli Luak Limapuluh, Yudilfan Habib usai sidang.

Dirinya menilai banyaknya anggota dewan yang tidak hadir dan paripurna terkesan dipaksakan adalah bentuk ketidakpedulian wakil rakyat kepada masyarakat. Padahal saat paripurna inilah nasib rakyat ditentukan.

"Jelang tahun politik 2019 mendatang, sudah banyak yang memperlihatkan sikap aslinya. Mungkin mereka lebih mementingkan partai dan persiapan pemilu 2019 mendatang. Makanya lupa dengan kewajiban sebagai anggota Dewan. Padahal di paripurna ini nasib masyarakat yang memilih mereka ditentukan," katanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Sastri Andiko mengatakan rapat paripurna sudah sesuai dengan kuorum karena enam anggota dewan dari fraksi golkar meminta izin karena ada kegiatan partai di Jakarta.

"Enam anggota izin dari Golkar. Jadi seluruhnya ada 19 anggota, sudah sesuai dengan kuorum. Sedangkan yang lain tidak ada kabarnya kenapa tidak hadir," kata Sastri Andiko ketika dikonfirmasi.

Terkait molornya sidang, Sastri Andiko mengaku beberapa anggota dewan dan kepala OPD Kabupaten Limapuluh Kota sudah hadir pukul 10.00 WIB. Hanya saja, belum memenuhi kuorum. Barulah pukul 11.45 WIB ada beberapa anggota yang datang dan langsung masuk ke ruang sidang.

"Molornya karena beberapa anggota belum hadir. Makanya tidak bisa dimulai karena tidak memenuhi kuorum. Jadi sidang baru bisa dimulai pulul 11.45 WIB," katanya.

Sidang paripurna ini dipimpin Deni Astra, Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota. Dari eksekutif, paripurna tidak dihadiri langsung oleh Bupati Irfendi Arbi. Melainkan diwaliki oleh Pj Sekda Limapuluh Kota, Taufik.

Ke 13 anggota dewan  yang hadir dan termasuk pimpinan  tersebut, yaitu Deni Astra (Gerindra), Irman Tedi (Gerindra), Sastri Andiko (Demokrat), Wendi Candra (Demokrat),  Harmen (PPP), Emrizal J (PPP), Yosariadi (PKS),  Wardi Munir (PKS). Kemudian Bahrul Edial (PAN), Akrimal Adam (PAN), Hemmy Setiawan (PKB)  dan Dalius (PDIP).

 Kontributor Limapuluh Kota: Hajrafiv Satya Nugraha 

 

Berita Terkait

Baca Juga