DKP Provinsi Sumbar Sosialisasi RZWP3K di Mentawai

DKP Provinsi Sumbar Sosialisasi RZWP3K di Mentawai Foto: Humas

Covesia.com - Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera barat mengadakan sosialisasi Peraturan Daerah no 2 tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) yang dimulai dari tahun 2018 - 2038, di aula Kantor Bupati Kepulauan Mentawai, jalan raya Tuapejat KM.5 kecamatan Sipora Utara, selasa (07/08/2018) dan diikuti oleh para Kepala OPD di daerah itu.

Albert Krisdiarto, Kepala Bidang Pengelola Ruang Laut dan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar mengatakan, tujuan diadakannya sosialisasi ini untuk memberikan informasi kepada para stakeholder, OPD, pengusaha, pengelola resort, nelayan, dan semua pihak yang memanfaatkan potensi ruang laut di Mentawai.

“Dalam perda RZWP3K tertuang peraturan terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kawasan tersebut. Dengan adanya Perda ini, semoga ke depan, peruntukan pengelolaan dan pemanfaatan  ruang laut sesuai  perda yang sudah ditetapkan dan menghindari terjadinya konflik saling klaim kawasan,” terang Albert.

Perda No.2 tahun 2018 ini ditetapkan pada februari 2018 dan akan berlaku hingga 20 tahun ke depan. Pembagian Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dibagi menjadi 4, yakni kawasan pemanfaatan umum yang terdiri dari pariwisata, perikanan, dermaga, pelabuhan, dan fasilitas umum lain. Zonasi yang kedua yaitu, kawasan alur pelayaran. Ketiga, kawasan konservasi untuk kepentingan masyarakat seperti wisata bahari dan zonasi yang ke empat yaitu kawasan strategis nasional tertentu diantaranya, Pulau Nyau Nyau, Sibaru Baru dan Pagai Utara.

“Diketahui, saat ini 8 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, Provinsi Sumatera Barat salah satunya telah menyelesaikan Perda Zonasi RZWP3K dan tergolong perda yang relatif baik,” ungkap Albert.

Albert berharap, ke depan pelaksanaan pengelolaan ruang laut dapat dioptimalkan sehingga pemanfaatan ruang laut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dari sektor wisata bahari yang merupakan ikon penggerak ekonomi dan sumber penghasilan utama Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga