Kolam Penampungan Limbah Jebol, PT BSS Diminta Hentikan Produksi

Kolam Penampungan Limbah Jebol PT BSS Diminta Hentikan Produksi Foto: Johan Utoyo

Covesia.com - Pemerintah Daerah kabupaten Agam sudah instruksikan PT Bumi Sawit Sentosa (BSS) menghentikan sementara kegiatan produksi hingga perbaikan kolam limbah selesai. 

"Pengelola juga harus mengkaji ulang konstruksi bangunan serta kolam yang digunakan untuk menampung bekas Pengolahan Tandan Buah agar(TBS) Sawit," kata Wali Nagari Manggopoh, Ridwan Caniago saat melakukan pemantauan lokasi kolam limbah, Selasa (7/8/2018).

Sementara itu Manajer Operasional PT BSS, Syahman Saragin menjelaskan, sejak kejadian, pihak perusahaan sudah menghentikan operasional dan fokus untuk perbaikan kolam penampungan limbah.

"Untuk lama waktu perbaikan, kami belum bisa pastikan," katanya.

PT BSS memiliki 13 kolam penampungan limbah. Kolam yang bocor merupakan kolam penampungan pertama. 

Satu kolam limbah memiliki volume 202 X 29 x 4 meter dengan kapasitas 23 ribu meter kubik. 

"kita sudah menutup rapat seluruh saluran agar tidak mengalir ke lahan pertanian masyarakat," tambahnya.

Ia menyebutkan, tidak mengetahui pasti penyebab kebocoran. Dugaan sementara karena pergeseran tanah akibat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir. 

"Lokasi yang digunakan untuk tempat penampungan limbah merupakan lahan gambut dan rawa, jadi pergerakan tanah kami duga penyebab kebocoran kolam," terangnya.

Terkait dampak, pihak perusahaan bersedia mengganti rugi lahan pertanian warga yang rusak. 

"Untuk pemulihan lingkungan, PT BSS bersedia memberi ganti rugi. Saat ini kami sedang menunggu pendataan dari pemerintah nagari," tutupnya.

(han/rdk)


Berita Terkait

Baca Juga