Puluhan Hektare Lahan di Pegunungan Aceh Terbakar

Puluhan Hektare Lahan di Pegunungan Aceh Terbakar Ilustrasi (covesia)

Covesia.com - Sekitar 50 hektare hutan dan lahan berada di daerah dataran tinggi yang merupakan penghasil kopi kualitas ekspor di kawasan pengunungan Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh terbakar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Ahad, mengatakan, lahan yang terbakar ini tepat di bagian Selatan Danau Laut Tawar di Takengon.

"Kobaran api telah berhasil dipadamkan kemarin (Sabtu, 21/7) malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Saat ini, seluruh personel El damkar (pemadam kebakaran) sudah kembali ke posko," terang Teuku Ahmad Dadek .

Ia menyebut, puluhan hektare di wilayah pengunungan yang terbakar di Aceh Tengah ini terjadi di dua desa, yakni Jongok Meluem dan Mendale yang keduanya di Kecamatan Kebayakan.

Tim dari intansi terkait termasuk petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, langsung mengerahkan satu unit damkar untuk melakukan pemadaman titik api di lokasi kejadian.

"Mudahnya akses menuju lokasi, sehingga tim kita bisa memadamkan titik api. Walau tidak ada korban jiwa, tapi penyebab kebakaran sudah ditangani pihak yang berwajib," kata Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat sebelumnya di pekan ini menyebut, satelit mendeteksi lima titik panas muncul di Aceh.

"Ada lima titik panas, tiga diantaranya di Aceh Utara, dan dua di Aceh Tengah," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Zakaria Ahmad.

Zakaria Ahmad menjelaskan, ketiga titik panas di Aceh Utara terkosentrasi di satu kecamatan, yakni Sawang dengan masing-masing miliki tingkat kepercayaan atas kebakaran hutan dan lahan 68, 50, dan 47 persen.

Lalu kedua titik panas di Aceh Tengah juga terkosentrasi di satu kecamatan, yakni Bintang yang masing-masing memiliki tingkat kepercayaan 90, dan 57 persen.

"Terdapat satu titik panas di Kecamatan Bintang, kita nyatakan sebagai titik api karena memiliki tingkat kepercayaan lebih dari 81 persen," tegas Zakaria. (ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga