Hingga Hari Kesebelas, KPU Pasaman Barat Masih Sepi Pendaftaran Bacaleg

Hingga Hari Kesebelas KPU Pasaman Barat Masih Sepi Pendaftaran Bacaleg Foto:Covesia/Heri Sumarno

Covesia.com - Hingga hari kesebelas ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, masih sepi dari partai politik yang mendaftarkan bakal calon legislatifnya.

Hal ini disampaikan oleh Divisi Hukum dan Teknis KPU Pasbar, Wanhar kepada Covesia.com, Sabtu (14/07/2018).

"Hingga hari ini belum satu pun parpol datang untuk mendaftarkan bacalegnya. Semua pengurus parpol yang datang masih sebatas konsultasi terkait kelengkapan bahan administrasi pendaftaran saja," kata Wanhar.

Menurut Wanhar, saat ini seluruh partai politik masih disibukkan dengan pengumpulan bahan dan entri data di Sitem Informasi Pencalonan (Silon) yang di sediakan oleh KPU.

"Sebelum parpol mendaftarkan bacalegnya, mereka mesti mengentri data itu dahulu ke Aplikasi Silon secara Online. Nah, saat ini Parpol masih sibuk entri data itu. Karena kami juga mendapat keluhan dari operator Parpol, bahwa sinyal Silon ini sering bermasalah. Mungkin itu salah satu penghambat lambatnya parpol mendaftar ke KPU," terang Wanhar.

Padahal kata Wanhar, pihaknya sudah jauh-jauh hari melakukan sosialisasi kepada pengurus Parpol, operator Silon maupun LO tentang tata cara dan tahapan pendaftaran bacaleg.

"Benar, kami sudah melakukan sosialisasi terkait mekanisme pendafataran bacaleg ini kepada pengurus parpol, Operator dan LO. Kemudian kami selalu membuka help desk KPU untuk melayani setiap pelapor yang menemui kendala dalam pendaftaran ini. Jadi selaku KPU, kami sudah melakukan tugas sesuai prosedur yang ada," tutur Wanhar.

Oleh karena itu kata Wanhar, Tidak ada alasan lagi bagi parpol untuk mengundur pendaftaran bacalegnya.

"Kami meminta Parpol tidak mengundur-undur pendaftarannya. Kemudian jangan memanfaatkan di akhir-akhir hari pendafataran, sebab jika berkasnya masih bermasalah bisa segera di perbaiki. Tetapi sebaliknya kalau sudah di akhir pendaftaran, kalau ada kesalahn bisa fatal akibatnya," tutupnya.

(eri)

Berita Terkait

Baca Juga