Bacaleg Pesisir Selatan Keluhkan Pelayanan RSUD M. Zein Painan

Bacaleg Pesisir Selatan Keluhkan Pelayanan RSUD M Zein Painan Bacaleg yang sedang periksa kesehatan di RSUD M. Zein Painan (Foto: Indrayen)

Covesia.com - Bakal Calon Legislatif Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) keluhkan pelayanan RSUD M. Zein Painan dalam memberikan layanan kesehatan.

Informasi yang di dapat Covesia.com dilapangan, Jum'at (13/7/2018), periksa kesehatan di RSUD M. Zein Painan bagi bakal caleg di daerah itu, pertama kali dilakukan di rumah sakit tersebut yang pada sebelumnya hanya bisa dilakukan di rumah sakit yang berada di Kota Padang.

Karna RSUD M. Zein painan telah di anggap memenuhi syarat, maka rumah sakit tersebut telah bisa melakukan pengecekkan kesehatan bagi bakal caleg di daerah itu. Sebab, hasil pengecekkan kesehatan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh bakal caleg sesuai dengan peraturan KPU.

Semenjak dibukanya pelayanan kesehatan bagi bakal caleg Pessel pada 1-13 Juli 2018 sudah tercatat sebanyak 720 bakal caleg yang mengikuti tes kesehatan di rumah sakit tersebut, dengan biaya masing-masing caleg harus membayar Rp. 1.310.000.

Sepanjang pelaksanaan tes kesehatan yang diikuti oleh 720 bakal caleg di daerah itu. Para bakal caleg mengeluhkan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut, karna tidak optimal dan lalainya pelayanan. Sehingga membuat bakal caleg harus berbolak balik dan menunggu beberapa jam setiap tes kesehatan yang dilalui.

Hal itu, disebabkan kurangnya petugas, namun bacaleg juga menilai tidak adanya aturan baku dalam memberikan layanan dan terkesan kurang teratur, sehingga tidak tertutup kemungkinan akan memakan waktu yang lama dalam mendapatkan hasil pengecekkan kesehatan.

"Masa iya, kita bacaleg sangat banyak, jumlahnya ratusan, sementara petugasnya medisnya cuma satu orang, kapan siapnya ini, ditambah lagi di selingi dengan dokternya harus melayani juga pasien umum, bagaimana dengan kita kondisinya," sebut salah seorang Bakal Calon Legislatif daerah setempat, Raflis Boy (48) yang masih menunggu hasil tes keluar.

Ia menambahkan, kekeliruan atau kesenjangan yang dilakukan oleh petugas RS tidak hanya kurangnya petugas yang menangani pengecekkan kesehatan Bacaleg, namun juga terdapatnya unsur keluarga.

"Jika ada yang kenal dengan petugas maka proses pengecekkan kesehatan akan cepat, bahkan tidak mengambil nomor antrian, proses bisa dilanjutkan," jelasnya.

Sementara, Bacaleg lainnya yang tidak mau menyebutkan namanya juga menyampaikan hal yang sama, dan pertanyakan komitment RSUD M. Dzein dalam memberikan layanan optimal terhadap pelaksanaan pengecekkan kesehatan bakal caleg.

"Kalau bisa pengecekkan kesehatan antara Bacaleg dan Pasien umum dipisahkan, jangan disatukan karena akan jelas menganggangu kedua belah pihaknya," ucapnya.

Sementara itu, ia sendiri mengakui dalam mengurus persyaratan Bacaleg tersebut diantaranya, Bebas Narkona, Sehat Jasmani dan Rohani itu telah menghabiskan waktu 2 hari.

"Ini sudah dua hari saya disini pak, tapi hingga sekarang belum juga selesai, karena saya nilai, pelayanan terkesan lambat dan kurang optimal," ulasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD. M Zein Painan, Sutarman mengatakan, karna banyaknya bacaleg yang mengikuti tes kesehatan. Maka dengan itu proses pelayanan sedikit lamban. Sebab, kita juga harus melayani pasien umum.

"Kita mengimbau agar para caleg bersabar. Sebab, di RS kita tidak hanya melakukan pelayanan terhadap bakal caleg saja. Tetapi kita juga harus memberikan perlanan kepada pasien umum RS," singkat.

Kontributor Pessel: Indrayen

Berita Terkait

Baca Juga