Terdampak Kekeringan, 1.200 KK Kulon Progo Kesulitan Air Bersih

Terdampak Kekeringan 1200 KK Kulon Progo Kesulitan Air Bersih Ilustrasi, Relawan PMI saat menyalurkan bantuan Air bersih kepada warga yang terdampak akibat banjir di Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (14/3/2017) (Foto: Humas)

Covesia.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerima laporan adanya 1.200 kepela keluarga di 12 desa mengalami kesulitan air bersih.

"Sampai saat ini, berdasarkan data yang masuk ada 1.200 kepala keluarga di 12 desa mengalami kesulitan air bersih. Sebagian dari warga yang mengajukan permohonan bantuan air bersih sudah didropping air," kata Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Ariadi di Kulon Progo, Kamis (12/7/2018).

Ada pun 12 desa yang warganya mengalami kesulitan air bersih, yakni Desa Banjaroya, Banjarharjo, Banjararum, dan Banjarasri (Kecamatan Kalibawang). Kemudian Desa  Giripurwo, Purwosari, Jatimulyo, Pendoworejo (Kecamatan Girimulyo). Selanjutnya Desa Salamrejo di Kecamatan Sentolo, Desa Tangjungharjo di Kecamatan Nanggulan dan Desa Sidoharjo dan Purwoharjo di Kecamatan Samigaluh.

Ia memperkirakan jumlah warga terdampak kekeringan akan terus bertambah. Hal ini dikarenakan beberapa desa yang menjadi langganan kekeringan, seperti di Desa Hargowilis, Hargorejo dan Kalirejo di Kecamatan Kokap belum ada laporan. Namun, sudah ada beberapa bantuan air bersih masuk ke sana.

Ariadi mengatakan Kecamatan Kokap masuk dalam peta kerawanan kekeringan. Namun pemerintah kecamatan masih melakukan identifikasi.

"Saat ini, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) masih melakukan tindakan penanganan terhadap desa-desa yang berpotensi kesulitan air bersih," katanya.

Dia mengatakan saat ini hanya tersedia sekitar 150 tangki bantuan dari program tangungjawab sosial perusahaan tertentu (CSR) serta anggaran dari APBD DIY sekitar 100 tangki. Namun begitu, distribusi saat ini dilakukan untuk hasil bantuan CSR sebanyak 50 tangki ke berbagai titik wilayah terdampak oleh Tagana sedangkan bantuan dari APBD DIY dimungkinkan baru bisa didistribusikan pada Agustus nanti.

"Distribusi air bersih saat ini diprioritaskan untuk wilayah-wilayah yang sudah mengajukan permohonan bantuan," katanya.

Camat Kokap Warsidi mengatakan berdasarkan hasil identifikasi, dusun yang mengalami kekeringan dan segera membutuhkan air bersih, yakni Dusun Clapar I, Clapar II, dan Clapar III di Desa Hargowilis, kemudian Dusun Gunung Ijo, Plampang I dan Plampang III serta Pedukuhan Sangon I dan Sangon II Desa Kalirejo.

"Sampai saat ini, wilayah yang sudah mengajukan permohonan air bersih saat ini baru Dusun Gunung Ijo saja," katanya.

(ant/don)

Berita Terkait

Baca Juga