Sumbar Rawan Rokok Ilegal, Pemko Pariaman bersama Bea dan Cukai berikan Sosialisasi pada Pedagang

Sumbar Rawan Rokok Ilegal Pemko Pariaman bersama Bea dan Cukai berikan Sosialisasi pada Pedagang Foto:Covesia/Rozi Yardinal

Covesia.com - Untuk meningkatkan pemahaman tentang ketentuan cukai dalam membatasi gerak perdagangan cukai ilegal yang berada di wilayah Kota Pariaman, Badan Keuangan Daerah bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Teluk Bayur Padang adakan Sosialisasi ketentuan cukai dan identifikasi pita cukai hasil tembakau di Kota Pariaman, Sumatera Barat.

"Cukai tembakau dan pajak rokok merupakan salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara yang telah ditetapkan pemerintah untuk mengurangi konsumsi rokok yang seakan-akan sudah menjadi pola perilaku atau kebiasaan di tengah-tengah masyarakat, sehingga terjadi balance antara biaya kesehatan untuk penyakit yang ditimbulkan oleh rokok," kata Asisten II Bidang Perekonomian Yanrileza, di Pariaman, Kamis (12/7/2018).

Ia mengatakan, banyak juga sebahagian pedagang dan konsumen yang tidak memahami kerugian negara yang ditimbulkan akibat maraknya perdagangan rokok tanpa cukai.

Menurutnya, tujuan diadakan sosialisasi ketentuan di bidang cukai ini agar mampu sebagai informasi kepada masyarakat, yang tujuannya agar masyarakat mengetahui, memahami dan mematuhi ketentuan di bidang cukai tersebut.

Ia mengaharapkan peserta sosialisasi agar menyampaikan dan melaporkan secara tertulis kepada Pemerintah Kota Pariaman, apabila menemukan indikasi adanya hasil produk tembakau yang dilekatkan pita cukai palsu pada tempat penjualan eceran maupun pertokoan untuk melaporkan segera untuk ditindaklanjuti ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai Dwi Agus Ashadi menyampaikan saat ini Provinsi Sumatera Barat memiliki tingkat kerawanan masuknya rokok ilegal yang merupakan hasil survei Universitas Gajah Mada (UGM) pada awal 2018 lalu dengan persentase 17 persen.

Ia mengingatkan kepada masyarakat terutama pedagang agar tidak menjual rokok tanpa cukai karena hal ini disamping merugikan negara di sektor pendapatan, pedagang yang sengaja menjual juga memuat sanksi pidana dengan ancaman kurungan penjara sesuai peraturan yang berlaku.

"Sosialisasi ini juga memberikan informasi mengenai produk-produk apa saja yang kena cukai, cukai pita tembakau dan ciri-ciri rokok ilegal, serta peraturan hukum yang memuat sanksi pidana bagi si pelanggar," tutupnya.

Reporter Pariaman: Rozi Yardinal

Berita Terkait

Baca Juga