Pasca Pembongkaran oleh KAI, Kawasan Stasiun Bukittinggi Bagaikan Rimba di Tengah Kota

Pasca Pembongkaran oleh KAI Kawasan Stasiun Bukittinggi Bagaikan Rimba di Tengah Kota Tampak kawasan Stasiun Bukittinggi pasca pembongkaran, Kamis (12/7/2018)(Foto:Covesia/Debi K)

Covesia.com - Sejak dilakukannya pembongkaran di kawasan stasiun Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) yang merupakan lahan milik PT KAI pada bulan Desember 2017 lalu,  hingga kini kawasan tersebut belum ada tanda-tanda dilakukannya pembangunan.

Lahan PT KAI yang memiliki luas 4,1 hektar yang berada di kota wisata tersebut digadang-gadang akan dibangun hotel dan balkondes, namun hingga saat sekarang belum ada tampak realisasinya.

Pantauan Covesia.com dilapangan, Kamis (12/7/2018), kawasan stasiun Bukittinggi bagaikan rimba di tengah kota. Pasalnya sisa reruntuhan bangunan yang berdiri di atas lahan KAI yang dibongkar dibiarkan berserakkan dilokasi tanpa dilakukannya pembersihan.

Dilokasi masih terlihat tumpukan sisa-sisa puing reruntuhan yang dibongkar pada Desember 2017 lalu. Bahkan tampak tumbuh semak-semak liar di lokasi.

Pada saat itu direncanakan akan dibangun hotel dan balkondes yang merupakan program pemerintah pusat dan akan dibangun oleh PT Patra Jasa sebagai anak perusahaan PT Pertamina, dibawah naungan Kementrian BUMN.

Namun nyatanya dilapangan, usai delapan bulan berjalan kawasan stasiun tersebut dibongkar kini kawasan itu dibiarkan terbengkalai dan hanya diberi seng disekeliling kemudian dengan ada tulisan "Tanah Milik PT KAI". 

(deb) 

Berita Terkait

Baca Juga