KPU: Partisipasi Masyarakat Sangat Dibutuhkan dalam Menentukan Calon Legislatif Kedepannya

KPU Partisipasi Masyarakat Sangat Dibutuhkan dalam Menentukan Calon Legislatif Kedepannya Komisioner KPU Sumbar, Gabriel Daulai di Padang, Senin (9/7/2018)

Covesia.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah membuka pendaftaran bakal calon anggota legislatif, DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan calon anggota DPD sejak Rabu lalu, (4/7/2018), namun sampai saat ini untuk calon anggota DPR RI belum ada yang mendaftar ke KPU Sumbar.

"Sampai saat ini, belum ada calon anggota DPR RI yang mendaftar dirinya ke KPU Provinsi Sumbar. Selain itu ada tujuh orang yang telah mendaftar maju sebagai calon anggota DPD pada Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan digelar serentak pada 17 April 2019 mendatang," ujar Komisioner KPU Sumbar, Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Gabriel Daulai di Padang, Senin (9/7/2018).

Kata Gabriel, dalam menetapkan calon legislatif, masyarakat juga dituntut untuk berpartisipasi saat menentukan   daftar calon sementara (DCS) menjadi daftar calon tetap (DCT) oleh KPU.

"Sebetulnya banyak sekali tahapan untuk Pileg dan Pilpres 2019 nanti, namun sebelum ditetapkan menjadi  DCT, masyarakat boleh mengusulkan kepada KPU apakah caleg tersebut telah memeuhi syarat sebagai calon legislatif, jika tidak nama-nama mereka bisa digagalkan dan masyarakat harus menyerahkan data autentik kepada KPU ," ujar Gabriel saat kegiatan Silaturrahmi Komunitas Pemerhati Pemilu dan Demokrasi, Jurnalis dan Pemilih Pemula Kota Padang.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa  pada 12 -14 Agustus 2018 akan ada pengumuman DCS anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota dan sejak tanggal tersebut hingga 21 Agustus masyarakat boleh melaporkan ke KPU setingkat jika ada salah satu calon yang tidak memenuhi syarat.

"DCS akan diumumkan oleh KPU dan masyarakat juga bisa mengakses DCS secara online, sehingga masyarakat bisa memberikan masukan KPU bahwa  caleg tersebut tidak tamat pendidikan tingkat SMA, atau ketika mendaftar ia tidak memberikan informasi bahwa ia mantan terpidana dan tahun 2014 ada sembilan calon DPR RI dicoret karena masukan masyarakat" ujarnya.

(dil/don)

Berita Terkait

Baca Juga