Sebanyak 3.521 Jiwa Belum Lakukan Perekaman Data Kependudukan di Kota Pariaman

Sebanyak 3521 Jiwa Belum Lakukan Perekaman Data Kependudukan di Kota Pariaman Tampak antrian pengurusan kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pariaman (Foto:Covesia/Rozi)

Covesia.com - Diduga kurang soalisasi ke masyarakat, perekaman data oleh Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kota Pariaman ke 71 desa/kelurahan untuk pembuatan Elektronik KTP hanya berhasil melakukan 900 perekaman.

"Perekaman data warga terhadap usia sudah harus ber KTP itu dilakukan secara maraton dari April - Juni 2018," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pariaman, Syafirman di Pariaman, Jumat (6/7/2018). 

Ia mengatakan, dua minggu sebelum turun ke lapangan untuk kegiatan perekaman, pihaknya sudah mengirim surat pemberitahuan ke desa/kelurahan.

"Namun sampai sekarang masih ada sekitar 3.521 warga yang belum perekaman data," ujarnya.

Seterusnya, kata dia, di Kota Pariaman wajib KTP sebanyak 64.170 jiwa. Namun sampai saat ini yang sudah melakukan perekaman data sekitar 60.649 jiwa.

"Jadi ada sekitar 3.521 yang belum yang belum melakukan perekaman. Sehingga dengan jumlah itu untuk mencapai target sampai akhir tahun 2018," katanya.

Sementara itu, pengurusan dokumen kependudukan di Dinas Dukcapil tidak membayar, kecuali ada denda untuk akte kelahiran dan akte kematian.

"Jika anak lahir setelah dua bulan tidak mengurus akte kelahiranya, maka akan dikenakan denda Rp100.000,-. Denda tersebut berlaku bagi yang lalai bagi dalam pengurusan dokumen yang diatur sesuai Perda," tutupnya.

Reporter Pariaman: Rozi Yardinal

Berita Terkait

Baca Juga