Tidak Berbusana Muslimah, Jangan Coba-coba Menjejakkan Kaki ke Nagari Kamang Tangah Agam

Tidak Berbusana Muslimah Jangan Cobacoba Menjejakkan Kaki ke Nagari Kamang Tangah Agam Foto:Covesia/Johan Utoyo

Covesia.com - Konsisten mempertahankan peraturan Adat dan Syariat Islam diperlihatkan oleh nagari Kamang Tangah, VI Suku, kecamatan Kamang Magek, kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Pasalnya, nagari yang berjulukan nagari Qaryah Thayyibah itu baru baru ini mengusir para pedagang di pasar Pakan Sinayan, nagari setempat karena kedapatan tidak memakai busana muslimah saat berdagang serta merokok siang hari di bulan Ramadhan.

Ketua Parik Paga Buek Arek VI Suku,  nagari Kamang Tangah, M Nasir Umar, mengatakan, pedagang yang kedapatan melanggar tersebut di panggil ke kantor Parik Paga, kemudian di usir dan tidak diperbolehkan untuk berjualan jika tidak mengikuti aturan yang sudah dibuat.

“Itu memang peraturan yang sudah di sepakati ulama, niniak mamak dan pemerintah nagari, jika melanggar ada sangsi tegas yang akan di terima,“ ujarnya saat berbincang bincang dengan Covesia.com, Selasa (12/6/2018).

Selain melakukan patroli rutin di pusat perbelanjaan, Pasukan Parik Paga kotanya Para Santri itu juga melakukan pengawalan maghrib mengaji dan tidak ada televisi yang hidup dari maghrib hingga waktu Isya, patroli busana muslimah di setiap dusun, serta melakukan pengawasan di kawasan objek wisata.

“Jika kedapatan melanggar akan ditegur langsung, serta niniak mamak mereka akan dipanggil dan didesak untuk memberikan pengarahan dan peringatan kepada saudara dan kemenakannya,“ lanjutnya.

Sementara itu Niniak Mamak Nagari Kamang Tangah, VI Suku, Yasril Dt Maka menjelaskan, konsisten menegakkan syariat Islam dan adat itu sudah diperlihatkan oleh seluruh masyarakat setempat, jika ada yang melanggar, sebelum Parik Paga turun tangan, sanak saudara dan tetangga dekat langsung menegur.

Dilanjutkannya, peraturan itu juga disampaikan kepada para perantau nagari Kampung Tangah, VI Suku, saat pulang kampung agar menjaga busana dan etika.

“Saat mudik niniak mamak langsung  memberitahu aturan kepada para kemenakan dan saudara yang di rantau, jadi jika sudah sama-sama sadar, aturan yang di sepakati itu akan mudah di tegakkan,“ tutupnya.

(han) 


 

Berita Terkait

Baca Juga