Pelempar Batu Mulai Gentayangan di Perbatasan Sumbar-Riau

Pelempar Batu Mulai Gentayangan di Perbatasan SumbarRiau Ilustrasi sebuah minibus dilempar batu (Istimewa)

Covesia.com -  Pemudik yang akan melintas di jalan raya Bangkinang – Pangkalan, diharapkan hati-hati. Pasalnya dalam tiga hari terakhir, sudah terjadi beberapa kali aksi pelemparan baru oleh orang tak dikenal di perbatasan Sumbar-Riau. Aksi ini dilakukan oleh pengendaran kendaraan roda dua yang menargetkan kendaraan roda empat dijalanan sepi dan gelap pada malam hari.

Informasi yang dihimpun covesia.com, aksi pelemparan terkuak setelah ada pengemudi mobil Ayla dari arah Bangkinang dengan kecepatan tinggi langsung berhenti mendadak ke Pos Pam Pangkalan tiga hari yang lalu. Saat ditanya petugas piket, ternyata pengendara tersebut baru saja menjadi korban pelemparan batu sebelum masuk kawasan Pangkalan.

“Benar, ada beberapa kejadian pelemparan batu ke pemudik oleh OTK mengendarai kendaraan roda dua. Namun, seluruh kejadiannya berada di Kabupaten Kampar (Riau). Hanya saja, pos pam Pangkalan lebih dekat dibandingkan pos polisi di Rimbo Data. Rata-rata korban berasal dari arah Riau yang mau ke Sumbar,” Tutur Kapolsek Pangkalan, Iptu Abdul Kadir Jailani saat dihubungi, Sabtu (9/6/2018).

Target pelaku, pelemparan batu ini diharapkan para korban berhenti dan mengecek kerusakan di tengah malam dan jalanan sepi. Namun, beberapa korban memutusan untuk tetap tancap gas dan mencari keramaian terlebih dahulu dan barulah mengecek kendaraan.

“Jika pemudik dilempari batu oleh OTK, diharapkan untuk tidak berhenti. Tetap jalan terus karena apabila berhenti akan lebih gampang bag pelaku untuk melakukan perampokan. Ini modus lama yang biasanya terjadi menjelang lebaran,” kata jebolan Akpol 2012 ini.

Mengantisipasi adanya korban, pada arus mudik kali ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Kampar dan menugaskan tim khusus untuk berpatroli di jalanan sepi dan gelap menggunakan sepeda motor.

"Untuk itu, pada arus mudik kali ini kami menyiapkan tim khusus yang berpatroli dengan sepeda motor di sepanjang kawasan perbatasan yang sepi, gelap dan rawan kejahatan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polres Kampar terhadap laporan pelemparan batu ini," pungkasnya.

Kontributor Limapuluh Kota: Hajrafiv Satya Nugraha

Berita Terkait

Baca Juga