Unik, di 50 Kota ada Jorong Seperti Hawai

Unik di 50 Kota ada Jorong Seperti Hawai Peta wilayah Nagari Batuhampar. Ada wilayah setempat yang letaknya terpisah dan berada dinagari lain

Covesia.com – Di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat ada jorong yang secara administrasi seperti negara Bagian Amerika Serikat yakni Hawai. Jorong tersebut adalah Jorong Koto baru, Kenagarian Batuhampar, Kecamatan Akabiluru. Antara Jorong Koto Baru dan Hawai memiliki kemiripan yakni sama-sama terpisah dari daerah induk dan dikelilingi wilayah lain. Jorong Koto Baru terpisah dari daerah induk sejauh 3 Km dan berada di tengah-tengah nagari Kenagarian Koto Tangah Batuhampar.

“Itu uniknya nagari kami ini, ada wilayah nagari  terpisah letaknya dan berada serta dikelilingi oleh nagari lain. Secara letak, wilayah itu masuk ke nagari tetangga. Tetapi secara administrasi, wilayah itu milik nagari kami,” ucap Romi Suhardi Walinagari Batuhampar, Jumat (8/7/2018) di kantornya.

Untuk menuju Jorong Koto Baru tersebut, harus keluar dulu dari Nagari Batuhampar dan melewati Nagari Koto Tangah Batuhampar dengan jarak sekitar 3 kilometer. “Sejauh 3 kilometer terpisahnya satu jorong itu,” ucap Walinagari.

Luas  jorong  terpisah itu, tidak terlalu besar. Sekitar 225 hektar atau 2,25 kilometer persegi. Terdapat sekitar 500-an penduduk yang menghuni kampung terpisah itu. Umumnya, penduduk disatu jorong itu adalah sebagai petani. 

Namun, wilayah terpisah ini cukup potensial dan berkembang. Letaknya yang strategis, membuat daerah ini diminati oleh investor dan banyak usaha yang berkembang.  

“Jorong Koto Baru dibelah oleh jalan raya Payakumbuh-Bukittinggi. Cocok sebagai kawasan bisnis,”ucapnya Walinagari. Saat ini, di jorong yang terpisah itu sudah banyak berdiri pertokoan dan kios masyarakat. 

Bahkan, disana merupakan pusat produksi oleh-oleh berupa jagung rebus F1 Aina. “Disana juga  sedang dibangun SPBU juga,” kata  Romi Suhardi.

Dijelaskan Walinagari Batuhmpar itu,  terpisahnya wilayah administrasi tersebut, sudah lama terjadi. Ada beberapa faktor terpisahnya satu kampung itu. Dahulu sejumlah masyarakat sengaja pindah kesana. Mereka yang berpisah itu, masih satu keluarga dan saling berhubungan. 

“Dasarnya dulu ya badunsanak. Mereka mencari daerah yang baru dan menetap disana. Secara turun-temurun, mereka berkembang dan mendirikan satu perkampungan. Sekarang pun walau letaknya berpisah, mereka tidak mau bergabung dengan nagari tetangga. Masih bertahan  untuk tetap menjadi penduduk dari Nagari Batuhampar walaupun letaknya terpisah,” jelas Walinagari.

Kontributor Limapuluh Kota: Hajrafiv Satya Nugraha


Berita Terkait

Baca Juga