Kasus Perampokan 3,5 Miliar di Bukittinggi, Polisi Bawa Hasil Labor Forensik dari Medan Hari ini

Kasus Perampokan 35 Miliar di Bukittinggi Polisi Bawa Hasil Labor Forensik dari Medan Hari ini Foto:Istimewa

Covesia.com - Pihak kepolisian masih terus berupaya mengungkap kasus perampokan senilai Rp 3,5 Miliar yang terjadi di perbatasan Baso-Payakumbuh Senin (4/6/2018) lalu. 

Kendati demikian, belum didapati perkembangan penyelidikan yang signifikan. Sabtu ini (9/6/2018) utusan dari Satreskrim Polres Bukittinggi dijadwalkan pulang dari Medan dengan hasil laboratorium forensik.

"Ya ada dua personil yang dikirim ke Medan untuk memeriksa bekas gesekan mobil dan sidik jari. Kami masih menunggu itu, karena diperiksa di sini tidak dapat dibaca," kata Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Rahmad Natun.

Tiga hari sebelumnya, tim gabungan yang dibantu juga dari Ditreskrimum Polda Sumbar dan Polres Payakumbuh juga telah melakukan rekontruksi peristiwa tersebut. 

"Ketiga korban diminta melakukan reka adegan sebanyak 8 item, dimulai dari lokasi keberangkatan hingga tempat kejadian perkara (TKP)," sebutnya. 

Lebih lanjut disebutkan, belum ditemukan bukti-bukti yang kuat karena di sepanjang lokasi kejadian tidak ada saksi sama sekali dan tidak ada perumahan penduduk sama sekali.

Sementara itu, Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jumhana menambahkan, pihaknya juga berupaya meminta rekaman cctv dari sepanjang jalan yang dilewati. Hal itu untuk mendeteksi adanya kemungkinan pelaku dibuntuti dari titik pertama.

"Masih belum ada petunjuk yang dapat menguatkan, kami sudah banyak juga kehilangan jejak soalnya korban melapor ke sini sudah malam hari sementara kejadiannya pagi," ungkapnya.

(deb) 

Berita Terkait

Baca Juga