Permintaan Daging Meningkat Jelang Lebaran, Pedagang di Agam Cari Pasokan Keluar Daerah

Permintaan Daging Meningkat Jelang Lebaran Pedagang di Agam Cari Pasokan  Keluar Daerah Foto:Covesia/Johan Utoyo

Covesia.com - Jelang Idul Fitri 1439 Hijriyah, Kebutuhan daging di kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meningkat, namun tingginya jumlah permintaan berbanding terbalik dengan jumlah ternak yang akan disembelih. Kondisi demikian membuat para pedagang daging harus mencari tambahan ternak ke luar daerah.

Salah seorang pedagang daging di kecamatan Lubuk Basung, Yun (40) mengatakan, meningkatnya jumlah permintaan menjelang Idul Fitri membuatnya harus mencari tambahan ternak yang layak dipotong ke luar kota bahkan ke luar Sumbar.

“Terkadang saya harus memesan ke pedagang ternak yang ada di Payakumbuh, bahkan ke provinsi  Riau dan Lampung,“ ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Jum'at (8/6/2018).

Mencari ternak ke luar daerah tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, kendati demikian, tingginya permintaan membuat tambahan modal yang dikeluarkan bisa tergantikan, meskipun harga jual daging masih standar menjelang lebaran.

“Saat ini kami masih menjual daging, sesuai dengan harga yang di rekomendasikan yaitu, Rp 120- ribu / kg,“ lanjutnya.

Sementara itu Plh. Kadis Pertanian kabupaten Agam, Arief Restu membenarkan kondisi demikian, diakuinya kebutuhan ternak untuk daging  pada lebaran tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya dari 443 ekor pada tahun 2017 menjadi 536 ekor tahun sekarang.

“Memang ada peningkatan tapi tidak banyak,“ tuturnya.

Dijelaskan Arief Restu, berkurangnya jumlah hewan yang akan dijadikan daging tersebut disebabkan ada larangan tegas dari Pemda Agam untuk tidak memotong ternak betina yang masih produktif sehingga untuk  menutupi kekurangan tersebut para pedagang terpaksa mencari tambahan ke daerah lain.

“Pemda Agam saat ini berupaya menggenjot populasi ternak melalui upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau, dalam program sapi indukan wajib bunting (Siwab) pada 16 kecamatan pada tahun 2017 sekaligus tidak boleh menyembelih sapi betina yang masih produktif,“ ulasnya.

Menurutnya, jika program tersebut berjalan, ditargetkan  tahun depan Agam tidak perlu lagi mengimpor daging dari luar daerah.

(han)

Berita Terkait

Baca Juga