Harga Karet Anjlok, Masyarakat Mauang Agam Enggan Memanen

Harga Karet Anjlok Masyarakat Mauang Agam Enggan Memanen Foto: Johan Utoyo

Covesia.com – Harga getah karet ditingkat petani dalam kurun waktu terakhir terus terjadi penurunan, hal tersebut membuat petani karet di jorong Simauang, nagari Nan Tujuah, kecamatan Palupuah, kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat, (Sumbar) mengeluh.

Tokoh masyarakat setempat, S Dt Rajo Api mengatakan, penurunan harga karet terus terjadi kurun waktu  1 tahun terakhir dari harga Rp 15 ribu hingga saat ini hanya Rp 5 ribu / kilogram.

Menurutnya hasil yang didapat saat ini sangat tidak seimbang  dengan harga-harga kebutuhan pokok dan biaya hidup lainnya. Tentunya kondisi itu sangat merugikan masyarakat Mauang, nagari Nan Tujuah, karena mayoritas penduduk setempat bermata pencarian sebagai petani karet.

“95 persen masyarakat jorong Mauang berprofesi sebagai petani karet, turunnya harga beli dari tengkulak sangat berpengaruh kepada kesejahteraan masyarakat, sekarang petani karet betul-betul merana, karena hasil yang didapat sangat tidak seimbang dengan pengeluaran," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Rabu (6/6/2018).

Murahnya harga beli tengkulak tersebut membuat para petani menjadi malas untuk menoreh, tidak hanya itu terkadang  biaya yang dikeluarkan untuk menoreh lebih besar dari hasil yang diperoleh. Selain itu pohon karet yang ditoreh masyarakat Mauang, nagari Nan Tujuah sudah tidak produktif karena sudah berusia lanjut,  tumbuhan itu merupakan hasil penanaman oleh nenek moyang dan harus ditanami kembali.

“Tanaman karet di Mauang banyak yang sudah berusia lanjut, getah yang dihasilkan juga sedikit, seharusnya saat ini karet harus ditanam ulang, namun biaya untuk menanam kembali tersebut cukup tinggi, kami  berharap harga karet bisa naik sehingga ekonomi masyarakat kembali stabil," tutupnya.


Berita Terkait

Baca Juga