Mobil Kas BSM Bukittinggi Dirampok, Uang Tunai Rp3,5 Miliar Raib

Mobil Kas BSM Bukittinggi Dirampok Uang Tunai Rp35 Miliar Raib Tampak anggota Polisi sedang olah TKP saat ditemukan korban perampokan dan mobil kas BSM cabang Aur Kuning Bukittinggi di kawasan Talawi Kecamatan Payakumbuh Utara, kota Payakumbuh, Senin (4/6/2017)(Foto:Istimewa)

Covesia.com - Mobil kas Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Aur Kuning Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) yang membawa uang tunai senilai Rp 3,5 miliar dibawa kabur oleh sekelompok perampok, Senin (4/6/2018) kemarin, yang rencananya akan dibawa menuju Kantor Bank Nagari di Kota Payakumbuh.

Kejadian berawal ketika uang senilai Rp 3,5 miliar tersebut dibawa dengan mobil Daihatsu Xenia berwarna hitam dengan nomor polisi BM 1971 JQ yang dibuntuti dan ditodong oleh sekelompok perampok di kawasan Jembatan PLTA Agam atau perbatasan antara Kabupaten Agam dengan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. 

Dalam aksinya pelaku mengikuti mobil tersebut yang kemudian menodongkan senjata api dan menyekap tiga orang yang ada di dalam mobil yakni sopir, staf, dan petugas keamanan Bank BSM Cabang Aur Kuning Bukittinggi.

Salah seorang staf Bank BSM Cabang Aur Kuning Bukittinggi saat melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bukittinggi mengatakan bahwa perampokan itu terjadi ketika ia hendak membawa uang tersebut menuju Bank Nagari Payakumbuh, dan di perjalanan mobil mereka ditodong perampok. 

“Selain sopir Sardi (38), di dalam mobil juga ada staf Bank BSM Hendra (25), meski membawa uang tunai dalam jumlah banyak, mobil pengangkut uang ini hanya dikawal oleh seorang petugas keamanan Bank BSM yakni Jakfar Sinaga (29),” jelasnya.

Ia menjelaskan mobil mereka diserempet oleh mobil Avanza Silver dan sopir terpaksa berhenti, karena pada saat itu perampok langsung menodongkan senjata apinya.

"Tidak dapat melakukan perlawanan kami pun diikat, mulut dan mata dilakban oleh pelaku yang tidak diketahui berapa jumlahnya," katanya. 

Setelah berhasil dikuasai perampok tersebut, korban dan uang yang ada di dalamnya dibawa sampai ke kawasan Talawi Kecamatan Payakumbuh Utara, kota Payakumbuh yang kemudian korban beserta mobilnya ditinggal di pinggir jalan dan pelaku kabur bersama uang tunai Rp3,5 miliar.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Payakumbuh yang mendapat laporan, langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kepada media Kapolsek Payakumbuh Kompol Russirwan mengatakan, ketiga korban membuat laporan polisi di Polsekta Payakumbuh. 

“Namun karena lokasi perampokan berada di wilayah hukum Polres Bukittinggi, maka korban diarahkan melapor ke Mapolres Bukittinggi atau Polsek Baso tepat terjadinya perampokan ini,” ujarnya. 

Manurut Russirwan, mobil yang dibawa korban ini kuncinya diambil oleh tersangka perampokan yang diperkirakan berjumlah empat orang, sehingga tidak bisa berjalan dan dibawa oleh mobil derek Polres Payakumbuh menuju Polres Bukittinggi.

“Peristiwa ini terjadi di wilayah hukum Polres Bukittinggi, dan Kasat Reserse Polres Bukittinggi bersama anggotanya sudah datang ke Polsek Payakumbuh, dan kasus ini diserahkan ke Mapolres Bukittinggi,” jelasnya.

Di sisi lain, ketiga korban perampokan telah membuat laporan ke Polres Bukittinggi, Selasa (5/6/2018) yang kemudian korban langsung divisum. 

Sementara pihak Polres Bukittinggi belum bersedia memberikan keterangan terkait kejadian ini karena masih dalam proses penyidikan. 

(deb) 

Berita Terkait

Baca Juga