Beratap Terpal, Warga Masih Beribadah di Surau Bekas Reruntuhan Gempa 2009

Beratap Terpal Warga Masih Beribadah di Surau Bekas Reruntuhan Gempa 2009 Foto: Rozi Yardinal

Covesia. com - Sejumlah warga di Korong Batang Piaman, Nagari Gunuang Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Padang Pariaman salat tarawih di surau bekas reruntuhan gempa 2009. Surau Al Ikhlas kaum Suku Koto itu kini masih belum dibangun dan hanya beralaskan tikar dan beratapkan terpal. 

"Sejak gempa tahun 2009 hanya tinggal puing saja, tikar plastik dan tembok setinggi 40 cm yang disambung dengan tikar sebagai dinding menghambat angin masuk," kata Tokoh Masyarakat Nagari Gunuang Padang Alai, Zulnaidi (42) di Padang Pariaman usai salat tarawih, Selasa (29/5/2018) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Ia mengatakan, jika hujan deras, air bisa masuk hingga ke tempat salat. Namun hal itu tidak menyurutkan keinginan mereka beribadah.

Zulnaidi menerangkan, pasca gempa 2009 terdapat sekitar 100 rumah roboh. Dari jumlah itu baru 30 rumah yang dibantu oleh pemerintah daerah, selebihnya tidak menerima bantuan.

"Jangankan untuk pembangunan surau, sekarang saja masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah dengan dinding tikar tanpa alat penerangan juga," ungkapnya.  

Sementara itu, seorang warga, Jusman (63) mengatakan, pascagempa 2009 mereka tetap menggelar salat tarawih di surau itu meski dengan segala keterbatasan. 

Di sisi lain, sejak runtuhnya bangunan surau, aktivitas mengaji untuk anak-anak tidak lagi ada.

Bukan tidak ada masjid terdekat agar warga dapat beribadah dan salat tarawih dengan nyaman, namun warga Suku Koto ini memilih tetap salat di surau yang sebelumnya dibangun oleh kaum Suku Koto.

"Sejak tahun 2009 itu, jemaah selalu salat disini, memang ada mushala atau masjid lain, namun karna surau ini adalah surau kaum, yaitu kaum suku Koto, tentu masyarakat kaum ingin surau ini bisa dihidupkan terus meskipun keadaanya seperti ini," ungkap Jusman.

Ia berharap ada donatur baik swasta ataupun pemerintah memberikan bantuan baik itu sejenis bahan bangunan atau lainnya untuk perbaikan dan pembangunan surau tersebut.

Kontributor Padang Pariaman: Rozi Yardinal


Berita Terkait

Baca Juga