Lagi, Satpol PP Bukittinggi Kembali Razia Warung Kelambu

Lagi Satpol PP Bukittinggi Kembali Razia Warung Kelambu Anggota Satpol PP Kota Bukittinggi saat mengamankan sejumlah barang bukti di salah satu warung kelambu, Selasa (22/5/2018)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) kota Bukittinggi kembali merazia sejumlah warung kelambu (warkel) yang masih berjualan di siang hari selama Ramadhan, Selasa (22/5/2018).

Razia yang dipimpin langsung oleh Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Bukittinggi, Dodi Andresia mengatakan kali ini razia dilakukan di tiga lokasi yakni di kawasan los lambuang, Pasar Bawah dan Kampung Pulasan. 

"Hasil di Los lambuang tidak dijumpai pedagang yang berjualan. Dikawasan pasar bawah ada tiga kedai yang terjaring yakni kedai menjual minuman serta satu rumah di kampung pulasan yang melayani jual bungkus makanan," jelasnya. 

Ia menyebutkan saat dilakukan pengamanan di kampung pulasan pemilik rumah sempat melakukan perlawanan kepada petugas dengan alasan bahwa ia tidak mengetahui ada larangan berjualan di siang hari selama ramadhan. 

"Meski demikian barang bukti berupa makanan tetap kita amankan, serta sejumlah barang bukti kompor gas dilokasi lainnya kita bawa ke markas satpol PP," katanya. 

Disamping itu, bagi pelanggar perda yang ingin mengambil barang dagangannya kembali di kantor Satpol PP harus membayar biaya denda penegakan perda tentang trantibum sebesar Rp500 ribu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak berjualan makanan dan minuman disiang hari selama Ramadhan agar tidak terjaring razia oleh tim keamanan. 

"Karena pengumuman ini sudah dipampang disetiap kelurahan, kecamatan dan keramaian serta imbauan yang dilakukan satpol PP," ungkapnya.

(deb) 

Berita Terkait

Baca Juga