Pemkab Pasaman Targetkan Angka Kemiskinan 4,50 Persen di Akhir 2021

Pemkab Pasaman Targetkan Angka Kemiskinan 450 Persen di Akhir 2021 Rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Pasaman di Gedung Syamsiar Thaib Lubuk Sikaping, Senin (14/05/2018)

Covesia.com - Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pasaman tahun 2016-2021, kemiskinan merupakan salah satu isu utama dalam setiap perumusan arah dan kebijakan pembangunan.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Pasaman Yusuf Lubis yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Desrizal saat membuka kegiatan rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Pasaman dengan tema "Startegi Penguatan dan Keberlanjutan Program SKRT di Kabupaten Pasaman" bertempat di Gedung Syamsiar Thaib Lubuk Sikaping, Senin (14/05/2018).

"Percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pasaman ke depan memprioritaskan kepada upaya peningkatan ketepatan sasaran program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat miskin, mengutangi beban pengeluaran serta mengupayakan penurunan tingkat pengangguran di tengah masyarakat," urai Desrizal.

Menurut Desrizal, berdasarkan data yang dikeluarkan BPS, tingkat kemiskinan di Kabupaten Pasaman 2017 berada pada angka 7,60 parsen.

"ini menjadi koreksi bagi kita bersama bahwa dalam upaya mewujudkan tingkat kemiskinan diakhir tahun 2021 sebesar 4,50 parsen perlu peningkatan upaya-upaya penanggulangan kemiskinan baik dalam perumusan kebijakan maupun singronisasi program dan kegiatan pembangunan," terangnya.

Dia melanjutkan, SLRT di tingkat Kabupaten, dan tiga unit pusat kesejahteraan sosial (Puskesos) Kecamatan Bonjol, Nagari Simpang, nagari Alahan Mati, dan Nagari Simpati. 

Ke depan untuk menguatkan kelembagaan dan keberlanjutan program ini perlu disiapkan langkah dan kebijakan rumusan program yang lebih baik.

Apalagi mulai 2019, dukungan dana operasional dari Kementerian Sosial untuk operasional kelembagaan SLRT di Kabupaten/kota akan dihentikan.

"Maka SLRT ini perlu kita rumuskan kegiatannya terutama bagaimana menyikapi pembiayaan operasionalnya," katanya.

(her)

Berita Terkait

Baca Juga