Ini Kata Bupati Mentawai Terkait Pro dan Kontra KEK

Ini Kata Bupati Mentawai Terkait Pro dan Kontra KEK Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet (foto: Antara)

Covesia.com - Pro kontra terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mentawai yang direncanakan akan dibangun di daerah Taileleu, Kecamatan Siberut Barat, Kepulauan Mentawai, menurut Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet kajian soal KEK sudah cukup diperhitungkan.

Data dari Bappeda Kepulauan Mentawai mencatat, hingga saat ini lahan seluas 2. 639 hektar untukKEK, 2. 533 hektar sudah dibebaskan, sedangkan sisanya, 86 hektar masih dalam proses negosiasi.

Karena itu, persoalan lahan dan ganti rugi tanah oleh para pendemo yang menolak KEK Jumat (11/5/2018) lalu menurut Yudas tidak perlu ditimpakan ke investor.

"Di sana kan ada anggota suku, camat juga, cobalah bicarakan soal lahan itu. Kalau ada salah seorang anggota suku yang tidak setuju, jangan bilang investor yang salah," kata Yudas dikutip covesia.com dari laman Mentawaikita.

Dijelaskan Yudas, seharusnya semua pihak berpikir struktural. Persoalan tanah suku itu adalah persoalan internal di Mentawai. "Tanya sama yang jual, kenapa kamu jual tanah? Harusnya begitu, bicarakan di tataran suku. Kalau ada persaoalan lahan, itu tugas kita bersama yang selesaikan itu," kata Yudas.

Tentang dampak negatif dengan adanya KEK, diakui Yudas tentu ada. "Meskipun selama ini baru dampak positifnya yang dibicarakan, pasti ada juga dampak negatifnya. Makanya, nanti di sana akan ada kantor Polres, Kodim dan juga Imigrasi. Selain itu, kita juga akan koordinasi dengan pemuka agama," jelasnya.

Selain itu, setelah keluarnya Perpres tentang KEK Mentawai, akan dibangun kantor bersama di lokasi tersebut. "Selain kita bangun rumah ibadah, kita juga akan bangun kantor satu atap di Peipei, itu nanti itu juga akan menyerap tenaga kerja," ungkap Yudas.

Tidak hanya itu, terkait belum adanya transparasi soal KEK, menurut Yudas hal itu memang belum ada. "Ada tahapannya, sekarang ini belum bisa kita terbuka. Percayalah sama pihak Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Kalau ini sudah selesai, kita akan terbuka nanti," ungkapnya.

Jadi, kata Yudas, jangan ribut-ribut dulu soal KEK, seperti Kawasan Mandeh, karena ribut-ribut, tidak jadi, dan juga salah satu daerah di NTT, karena ribut juga, akhirnya tidak jadi. "Jangan diributkan dulu, kita sudah sejauh ini, tidak mungkin kita mundur. Kita tidak ingin seperti daerah lain itu, karena ribut, investor mundur," kata Yudas.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga